Ketik disini

Metropolis

Disuruh Belanja Saja Lelet!

Bagikan

MATARAM – Sejumlah SKPD, enggan disalahkan terkait lemahnya serapan anggaran meski sudah memasuki pertengahan semester ke dua tahun 2016. Mereka rata-rata menyebut, serapan tidak maksimal karena goyahnya postur anggaran oleh karena tiga kali dana transfer pusat ke daerah, terganggu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disudpar) Kota Mataram, Abdul Latif Najib mengakui SKPDnya menjadi yang terendah dalam serapan anggaran yakni fisik dan keuangan hanya 27,79 persen.

“Iyah, kecil. Pertama karena masalah anggaran (pemotong DAK 10 persen) kemarin (19/9),” dalih Latif.

Selain itu, ada beberapa event besar dengan budget jumbo, tidak bisa terealiasi. Karena disebut Latif, berbenturan dengan beberapa agenda nasional yang digelar di Kota Mataram.

“Seperti Festival Mataram, itu anggarannya hampir Rp 700 juta, ndak mungkin kita laksanakan Agustus (bulan kemarin) karena ada MTQ, jadi diundur,” terang dia.

Latif menjanjikan, realisasi dari Festival Mataram sekitar bulan November. Anggaran yang besar untuk kegiatan ini, disamping belanja langsung dan tak langsung yang nilainya kecil dan jumlah item programnya  yang tidak terlalu banyak berdampak pada serapan anggaran Disbudpar terlihat paling rendah.

Sisanya proyek yang didanai dari DAK seperti Pengadaan Balai Kebudayaan sudah menunjukan progres menggembirakan. Setelah pemenang tender didapat, sejak sekitar satu minggu lalu, kata Latif, proyek Balai Kebudayaan sudah mulai dikerjakan.

“Sementara kegiatan yang lain nilainya kecil-kecil, ada yang Rp 50 jutaan, Rp 100 jutaan. Namun, jika kegiatan festival Mataram bisa dieksekusi, saya rasa serapan anggaran kita akan jauh berubah,” dalihnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Mataram, Muhammad Saleh juga mengungkapkan persoalan sama. Ia menyebut, pemotongan DAK telah berdampak besar pada perencanaan program terutama yang bersumber dari DAK. Disamping itu, penundaan DAU juga mengakibatkan proyek-proyek yang didanai DAU, berubah target.

“Kan anggarannya ditahan, tentu saja target berubah,” kelit Saleh.

Sehingga ada baiknya, dilakukan penyusunan program kegiatan, mengacu pada APBD Perubahan tahun 2016 ini. Sehingga rasio persentase serapan anggaran fisik dan keuangan berubah.

“Disamping itu, memang ada beberapa kegiatan yang masih dalam proses dengan nilai besar, seperti hutan kota yang nilainya mencapai Rp 21 miliar. Lalu taman hijau kota Rp 400 jutaan,” ulasnya.

Sementara beberapa program lain ada yang dalam proses. Namun belum diupdate Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Kota Mataram. Ia mencontohkan program yang sudah dikerjakan antara lain, pengadaan mobil bank sampah hingga talud saluran irigasi.

“Itu proyek talud kan tinggal bayar. Tapi karena konsultan yang lambat membuat laporan harian dan kelengkapan administrasi, jadi belum bisa dieksekusi,” ungkapnya.

Kepala Bagian Organiasi Kota Mataram, Cukup Wibowo menjelaskan persoalan rendahnya serapan anggaran di Bagian Organiasi karena, ada pertukaran rekening untuk kode belanja pegawai. Padahal, sebenarnya dokumen untuk realiasi fisik sudah mencapai 80 persen.

“Jadi kemarin, ada kesalahan kode rekening, karena yang masuknya belanja barang dan jasa, kita masukan di belanja pegawai, jadi perlu perbaikan,” ungkap Cukup.

Tapi ia kembali menegaskan realisasi fisik sudah tinggi. Hanya saja, ini murni kekeliruan dalam pembayaran. Sehingga harus segera melakukan perbaikan guna pembayaran.

Berbagai realiasi yang sudah dituntaskan antara lain Analisis Jabatan (Anjab), analisa beban kerja dan evaluasi jabatan. “Kalau tidak ada kekeliruan itu, tentu realiasi kita sudah naik tinggi,” jawabnya dengan penuh percaya diri.

Sementara itu, Sekda Kota Mataram, Effendi Eko Saswito masih belum memberi tanggapan terkait hal ini. Telepon dan pesan singkat ke nomornya, belum ada balasan untuk meminta penjelasan terkait langkah apa yang akan digunakan untuk menggenjot produktivitas SKPD.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana dalam evaluasi serapan anggaran triwulan SKPD beberapa waktu lalu, pernah mengungkapkan harapannya agar, SKPD lebih gencar lagi, merealiasikan program kegiatan yang telah mereka susun.

Mohan tak menginginkan seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak proyek dikebut akhir tahun. “Ya harus ada perubahanlah, jangan menumpuk pekerjaan di akhir tahun,” tegasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka