Ketik disini

Headline Kriminal

Reza Sudah Lama Pakai Narkoba

Bagikan

MATARAM – Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB akhirnya merilis hasil  uji rambut artis Reza Artamevia kemarin (19/9). Hasilnya BNN menyebut Reza positif pernah menggunakan narkotika.

Kepala BNN NTB Kombes Pol Sriyanto mengatakan, kandungan zat narkotika memang lebih lama bertahan di dalam rambut mantan istri almarhum Adjie Masaid tersebut. Jangka waktunya bisa mencapai tiga bulan lamanya. Sehingga wajar, bila kemudian tes rambut Reza Artamevia akhirnya dinyatakan positif.

”Reza kan terakhir pakai akhir Agustus. Jadi kalau kemudian terbukti positif, itu wajar saja, karena zat narkoba di dalam rambut bertahan lebih lama,” kata Sriyanto.

Meski positif, lanjut dia, tidak mempengaruhi status Reza. Statusnya tetap sebagai penyalahguna. Proses rehabilitasi Reza pun tidak mengalami perubahan.

”Tetap datang seminggu dua kali. Setiap datang kita terus lakukan tes urine sebagai penguatan, dan hasilnya negatif,” tandasnya.

Polda Percepat Penanganan Gatot Brajamusti

Sementara itu Polda NTB mempercepat penanganan kasus narkoba yang menjerat  Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah. Berkas perkara kedua tersangka terus disempurnakan, untuk bisa dilimpahkan ke kejaksaan.

”Tinggal melengkapi dan penyempurnaan berkas, agar bisa kita limpahkan segera,” kata Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono, kemarin (19/9).

Kapolda menjelaskan, penyidik saat ini masih melengkapi data terkait berkas perkara kepemilikan narkotika jenis sabu dari kedua tersangka.

Khusus untuk tindak pidana lain yang dituduhkan kepada Gatot, seperti kepemilikan senjata api, satwa yang dilindungi, dan laporan dugaan pemerkosaan, Umar mengaku masih ditangani Polda Metro Jaya.

Adanya kabar pelimpahan tiga perkara tersebut ke Polda NTB pun dibantah jenderal bintang satu ini. ”Sampai saat ini belum ada kabar pelimpahan. Sementara kesepakatannya Polda NTB hanya menangani kasus narkoba saja,” ungkap Umar.

Begitupula dengan penyidik dari Jakarta yang akan melakukan pemeriksaan terhadap Gatot. Umar mengatakan belum ada konfirmasi dari Jakarta terkait hal tersebut. Meski demikian, Polda NTB akan tetap melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya, dalam seluruh penanganan perkara Gatot dan Dewi.

”Belum ada pembahasan ke arah sana, tapi koordinasi lebih lanjut akan kita lakukan dengan Jakarta (Polda Metro Jaya, Red),” kata Umar.

Sementara itu, kemarin (19/9) Gatot  mendapat kunjungan dari kuasa hukumnya dan Devina. Kedatangan mereka di luar jadwal besuk tahanan yang ditetapkan Polda NTB.

Meski demikian, Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda NTB AKBP Deky Subagio mengatakan, kunjungan kuasa hukum Gatot yang di luar jadwal besuk, tetap diperbolehkan. ”Tidak masalah. Artinya, tahanan tetap bisa dikunjungi di luar jadwal, namun kunjungan tersebut berlaku untuk penasehat hukum, dokter pribadi, dan keluarga dekat,” kata Deky.

Deky menjelaskan, hak tersebut berlaku pula untuk seluruh tahanan lain, bukan Gatot Brajamusti saja. Menurutnya ini sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Perawatan Tahanan di Lingkungan Kepolisian Negara RI.

”Tadi yang masuk itu hanya penasehat hukumnya, kalau Devina tidak. Tahanan lain pun boleh kalau memang ada kuasa hukumnya,” tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka