Ketik disini

Praya

397 Pelanggan Nunggak Bayar Listrik

Bagikan

PRAYA – Sedikitnya, 397 pelanggan PLN di Lombok Tengah (Loteng), menonggak pembayaran listriknya diatas tiga bulan. Jika mereka tidak melunasinya, maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya akan turun tangan. Sanksinya dapat berupa pemutusan dan pembongkaran meteran listrik secara permanen.

a�?Langkah itu kami siapkan, berdasarkan keputusan kerja sama kami dengan Kejari. Kami meminta bantuan hukum ke jaksa,a�? kata Manager PLN Rayon Praya Denny Mahfuz pada Lombok Post, kemarin (20/9).

Jika diuangkan, kata Denny total tunggakan tersebut mencapai Rp 220 juta lebih. PLN pun mengaku berkali-kali mengingatkan para pelanggan yang dimaksud, untuk membayar listriknya per tanggal 20, bulan berjalan. Namun, tidak diindahkan. Hingga PLN, meminta pertimbangan hukum dan tindakan hukum kepada jaksa.

Bentuknya, jelas pria asal Aceh itu, jaksa berwenang memberikan sanksi hukum kepada mereka yang a�?mbaleloa�? membayar tunggakan. Selanjutnya, PLN berkewajiban melakukan pemutusan dan pembongkaran meteran.

a�?Tinggal dipilih saja, mau bayar tonggakan atau berurusan dengan hukum,a�? ancamnya.

Mereka yang menunggak itu, katanya dari rumah tangga dan sebagian perkantoran. Disinggung kantor mana yang dimaksud. Denny enggan membeberkan.

a�?Kami menunggu etikat baik dari pelanggan yang bersangkutan. Jika tidak, sekali lagi siap-siap berurusan dengan hukum,a�? tekannya

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Praya Andrie Dwi Subianto mengatakan, dengan ditandatanganinya kerja sama itu, maka jaksa berkewajiban melakukan pendampingan hukum kepada PLN.

a�?Misalnya, saat PLN melakukan pencabutan Kwh (meteran). Lalu, pelanggan menggugat, maka kami siap didepan mereka,a�? tegasnya.

Begitu pula sebaliknya, tambah Andre jika pelanggan merasa keberatan lalu bertindak diluar ketentuan hukum, maka jaksa siap melakukan mediasi.

a�?Jika tidak ada titik temu, maka nantinya menjadi ranah perdata dan tata usaha negara yang akan menyelesaikannya,a�? kata Andre.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka