Ketik disini

Selong

Fasilitas Kesehatan di Lotim Belum Merata

Bagikan

SELONGA�– Pemerintah Lombok Timur masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di bidang pelayanan kesehatan. Mulai dari kualitas pelayanan di rumah sakit hingga akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Saat ini sebagian besar masyarakat di wilayah pelosok masih kesulitan terhadap akses fasilitas kesehatan. Mulai dari Puskesmas, Polindes maupun Rumah Sakit.

a�?Untuk menuju Puskesmas itu kami harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 25 ribu ngojek. Buat biaya makan dan berobat saja susah, apalgi buat ngojek,a�? kata Inaq Hali, salah seorang warga Desa Sawung.

Saat ini rumah sakit di Lotim berjumlah tiga unit yakni RSUD dr. R Soedjono dan dua rumah sakit swasta. Ketiganya berlokasi di Kecamatan Selong. Puskesmas berjumlah 29 unit yang menyebar di semua kecamatan. Dengan jumlah penduduk yang dimilki, rata-rata setiap puskesmas kini melayani sekitar 40.139 orang.

Angka ini masih di bawah standar pelayanan puskesmas yaitu 30.000 penduduk untuk satu puskesmas. Sedangkan jumlah dokter sebanyak 174 atau satu dokter melayani 6.690 orang. Idealnya satu dokter maksimal melayani 2.500 orang.

Dengan realitas ini sekretaris Dinas Kesehatan Lotim A�drg. Made Pradnya mengakui saat ini Lotim A�masih kekurangan A�fasilitas kesehatan maupun tenaga medis. a�?Tahun ini kami bangun dua Puskesmas di Rarang dan Kembang Kerang.Itu pun masih baru dibangun, mudahan saja bisa selesai akhir tahun,a�? kata dia.

Terkait kondisi ini ia berharap Pemerintah Desa bisa membantu mengingat mereka kini memegang anggaran sendiri.A� a�?Kita harap setiap desa mau menganggarkan untuk pembuatan bangunan dan menyiapkan lahan. Nanti kami yang dari Dinas Kesehatan suplai tenaga medis dan sarana prasarananya,a�? kata dia.

Selain itu, tahun ini Dinas Kesehatan Lotim akan akan menambah 10 tenaga kontrak untuk dokter. Ini sebagai upaya untuk terus meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. a�?Berdasarkan analisa beban kerja memang kita masih kekurangan tenaga dokter. Makanya di APBD Perubahan kita tambah 10 lagi, setelah sebelunmya juga disiapkan 20 tenaga kontrak dokter,a�? tandasnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka