Ketik disini

Pendidikan

Kemitraan INOVASI di Enam Kabupaten

Bagikan

MATARAM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemprov NTB memastikan program Kemitraan INOVASI dengan dukungan Australia akan dijalankan di enam kabupaten. Program yang membedah problem utama dan pencarian solusi literasi dan numenerasi di jenjang pendidikan dasar di NTB ini tahap pertama akan berjalan selama empat tahun.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang, Kemendikbud Prof Nizam di sela penetapan enam kabupaten tersebut di kantor Bappeda NTB kemarin mengatakan, tadinya program ini akan dijalankan di dua kabupaten di NTB. Namun, melihat antusiasme pemerintah daerah lain di NTB, pihaknya bersama DFAT Australia yang menopang program menetapkan dijalankan serentak di enam kabupaten yakni di Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima.

Dia mengatakan, program INOVASI berkomitmen mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama dengan enam kabupaten mitra. Sebagai program yang pertama dijalankan di Indonesia, keberhasilan NTB nantinya akan direplikasi daerah lain di Indonesia.

Program ini tambah dia, bagian dari cara pemerintah mengatasi problem literasi dan numenerasi di jenjang pendidikan dasar. Dikatakan, saat ini potret pendidikan dasar Indonesia, meski siswa telah kelas empat SD, banyak yang tidak bisa membaca dan berhitung. Masalah ini jika tak terpecahkan, akan turut berpengaruh kala siswa tersebut melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

a�?Nantinya program ini akan mengenali masalah dan penyebab utamanya. Lalu mencari solusi yang paling tepat,a�? kata Nizam.

Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Fasli Jalal menambahkan, pendekatan dalam program ini adalah pendekatan masing-masing wilayah. Yang berarti, solusi tiap masalah tak akan dipukul rata. Namun, benar-benar solusi yang memang dirumuskan untuk satu masalah di tiap daerah.

Program ini juga akan bersifat ulang alik. Sehingga kalau ada solusi yang ternyata tidak tepat, akan cepat diketahui. Kemudian dicarikan solusi yang lebih jitu lagi, dengan menggali dan mengenali akar masalahnya secara dalam dan detail.

Program kata dia akan bekerja sama dengan guru, siswa, orang tua, kepala sekolah, pengawas, pemerintah kabupaten, dan pemangku kepentingan lain dalam melakukan upaya rintisan dan terobosan. Semisal penilitian tindakan kelas, peningkatan kapasitas guru yang kesemuanya bisa memberi umpan balik pada siswa.

Di tempat yang sama, Consellor Development Cooperation Kedutaan Besar Australia Sarah Lendon mengatakan, program ini tahap pertama akan berlangsung empat tahun. Kemudian kemungkinan besar akan berlanjut ke empat tahun tahap II. Total setiap tahun, Pemerintah australia menyiapkan dukungan dana AUD 12 juta. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka