Ketik disini

Headline Sumbawa

Lape Krisis Air Bersih

Bagikan

SUMBAWA – Sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah Kecamatan Lape menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa, kemarin. Hearing yang digelar kali ini menindaklanjuti surat yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Kecamatan Lape agar DPRD menjadikan Kecamatan Lape sebagai prioritas penanganan kekurangan air bersih.

Sementara tuntutan mereka terealisasi, mereka juga meminta anggota DPRD bersama pemerintah daerah agar memfungsikan kembali beberapa sumber air bersih yang ada. Menurut mereka sampai saat ini sumber air bersih masih belum merata.

Kepala Desa Dete, Kecamatan Lape Nawawi HL menjelaskan dia mewakili seluruh desa yang ada di Kecamatan Lape yang mengalami kesulitan air bersih. Dikatakan Dusun Bukit Tinggi Desa Dete, Dusun Batu Praga di Desa Lape, Dusun Labuhan Kuris di Desa Labuhan Kuris dan tiga Dusun di Desa Hijrah sudah lama mengalami krisis air bersih.

“Tiap hari untuk memperoleh air bersih kami harus membayar Rp 10 ribu per satu jeriken 20 liter. Sedangkan untuk satu tangki yang datang kami harus membayar Rp 150 ribu. Itu setiap hari,” ujarnya kemarin (20/9).

Camat Lape Abu Bakar yang mendampingi warganya meminta DPRD agar mendorong dinas teknis untuk segera memaksimalkan pengembangan air bersih di Kecamatan Lape. Menurutnya ada droping air bersih kepada seluruh desa yang mengalami kesulitan, namun tidak sebanding dengan jumlah kepala keluarga yang membutuhkan.

” Warga kami ada 1.158 kepala keluarga yang benar-benar memerlukan air bersih. Saya berharap DPRD bisa mendorong ini, minimal menyesuaikan jumlah droping dangan warga yang membutuhkan. Atau dengan memaksimalkan titik-titik yang ada di sekitar warga kami di masing-masing desa,” tambah mantan Camat Moyo Hilir ini.

Di lain sisi perwakilan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sumbawa, melalui Satuan Pengawas Internal (SPI) Aidin Pramujaya mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Diakuinya memang kondisi kekeringan tersebut dikarenakan kondisi cuaca. Sedangkan untuk menangani masalah tersebut, konsep dengan metode normalisasi sumber air akan segera dilakukan.

“Kami akan maksimalkan sumber air dan normalisasi bak yang sudah ada. Sedangkan untuk jangka panjang sistemnya akan kita ubah dan bak yang ada akan kita naikkan ke atas agar airnya merata,” terangnya.

Sementara itu Ketua Komisi II Abdul Rafiq meminta agar PDAM Sumbawa segera melakukan penanganan secepatnya. Sedangkan untuk pemanfaatan selanjutnya, pihak PDAM diminta memaksimalkan bak penampungan yang sudah ada di beberapa titik di Desa Lape, Kecamatan Lape.

“Secepat mungkin PDAM harus lakukan penanganan karena menurut mereka sudah melakukan pengecekan. Kalau rusak diganti atau perbaiki segera sebelum masyarakat tidak terlalu rugi dengan membeli air bersih. Ke depan masalah ini akan menjadi perhatian dan prioritas kami di Komisi II,” pungkas Ketua Fraksi PDIP ini. (han/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka