Ketik disini

Politika

Sirra: Jangan Ditafsirkan Politis

Bagikan

MATARAMA�– Pesan politik yang mengemuka dalam perayaan ulang tahun Hj Putu Selly Andayani pada 15 September lalu, mendorong Sirra Prayuna angkat bicara. Sekretaris Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, perayaan itu semata-mata sebagai bentuk rasa syukur keluarga besar Rachmat Hidayat. a�?Kalau saya sih simpel saja melihatnya,a�? kata Sirra.

Diberitakan sebelumnya A�(Lombok Post, 16/9) perayaan ultah Selly ke-55 itu dihadiri Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Pada kesempatan itu, sang tuan rumah yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Rachmat Hidayat memperkenalkan Ahyar kepada para tamu yang hadir.

Selain Ahyar, hadir beberapa kepala daerah seperti Bupati Sumbawa Husni Jibril, Bupati Sumbawa Barat Musyafirin, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, Sekda Kota Mataram Effendi Eko Saswito, para kepala SKPD Kota Mataram, camat dan lurah. Hadir juga anggota DPRD Provinsi NTB dan kabupaten/kota, serta para pengurus dan kader PDI Perjuangan. Termasuk Sekretaris Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPP PDI Perjuangan Sirra Prayuna.

Sirra meminta kehadiran para public figur itu tidak ditafsirkan politis. a�?Ini silaturahmi biasa, seperti perayaan ultah- ultah lainya. Yang penting, di tengah kebahagiaan Ibu Selly, kita semua mendoakan beliau karena masih diberi umur panjang, sehat dan lancar di setiap ikhtiar beliau,a�? katanya.

Soal hubungan Selly dangan para birokrat Kota Mataram yang hadir malam itu, menurut Sirra karena Selly pernah menjadi penjabat Wali KotaA� Mataram. a�?Tentu dalam proses interaksinya beliau punya ikatan emosional kuat. Sehingga wajar beliau mengundang teman-teman Pemkot Mataram,a�? katanya. (arl/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka