Ketik disini

Metropolis

Tata Kota Lembek Lagi!

Bagikan

MATARAM – Pasca penertiban bangunan yang melanggar area publik di Jalan Airlangga pekan lalu, hingga kini tak ada lagi aksi lanjutan yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram. Padahal kala itu, hanya tiga bangunan saja yang dibongkar dari enam rencana semula. a�?Kalau jadwal turun ada di Tata Kota,a�? kata Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram, Bayu Bancapati, kemarin (20/9).

Dia menegaskan, pada prinsipnya Satpol PP siap mengawal setiap penertiban yang ada. Terlebih kini dengan kasat mata begitu banyak pelanggaran yang terjadi.

Hingga kini belum ada jadwal lagi yang diterima terkait penertiban lanjutan. Pihaknya hanya bisa menunggu leading sector yang mengurusi hal itu.

“Mungkin masih mau kirim surat teguran lagi,a�? ujarnya menduga penyebab lambannya Tata Kota bertindak.

Terkait hal tersebut, sebelumnya Kadis Tata Kota Mataram HL Junaedi mengatakan keterbatasan kemampuan petugas lapangan membuatnya melakukan penertiban secara bertahap. Namun ia mengatakan tak menutup mata terhadap pelanggaran yang ada. a�?Kita pasti tindak semua, tapi tak bisa sekaligus,a�? kilahnya.

Makin lama pemerintah bertindak, pelanggaran-pelanggaran baru terus terjadi. Para pelanggar lama juga seolah tak takut dengan ketegasan pekan lalu yang hanya pada tiga pelanggaran saja.

Tak ayal, hal itu memancing kritik sejumlah pihak. Penngamat Tata Ruang Perkotaan Agus Mulyadi mengatakan, ketegasan pemerintah menjadi kunci. Jika dengan penertiban yang setengah hati, ia yakin tak akan memberikan efek jera. a�?Kalau begini, pemerintah kesannya cuek,a�? sindirnya.

Menurutnya jika indikasi pelanggaran sudah jelas, tak boleh ada toleransi lagi. Berbekal aturan yang ada, sikap tegas harus dipilih. Penindakan menyeluruh yang masif diyakini dapat mencegah calon pelanggar baru mengikuti jejak orang yang kadung melanggar.

“Pengawasan juga harus kuat, ini saya lihat pengawasan dan penindakan sama lemahnya,a�? sindirnya.

Sebenarnya Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sudah memberi lampu hijau pada bawahannya untuk mengambil langkah tegas. Ia memerintahkan tak boleh ada tebang pilih.

Setiap pelanggar yang menyerobot area publik harus ditindak. a�?Kenapa harus takut, kalau yang salah ya harus ditindak,a�? perintahnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka