Ketik disini

Bima - Dompu

Azam Butuh Perhatian

Bagikan

BIMAA�– Malang nian nasib Haerul Azam. Di usianya yang baru 6 tahun, dia harus menderita mikrosepali (kepala mengecil). Ini disebabkan karena pencairan di kepala. Sehingga otak tidak berkembang dengan baik di dalam rahim atau berhenti tumbuh ketika lahir.

Kondisi yang dialami bocah asal Soromandi ini menyebabkan pertumbuhannya tidak normal. Kini, anak ketiga dari pasangan Ikraman dan Herlina ini harus terbaring lemah dan berjuang melawan penyakit yang diderita.

Penyakit tersebut berawal sejak Azam berumur tiga bulan. Saat itu Azam merasakan demam tinggi dan batuk-batuk biasa. Hingga orangtua membawanya ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.

“Waktu itu sempat sembuh dan baik-baik saja. Namun setelah beberapa hari demamnya kambuh dan mulai kejang-kejang,” urai Herlina saat ditemui di kediamannya di Desa Punti Kecamatan Soromandi.

Sejak saat itu Azam tidak bisa beraktivitas layaknya anak seusianya. Karena hampir beberapa organ tubuh Azam tidak berfungsi. Sehingga dia tidak bisa berdiri, duduk, melihat, mendengar bahkan berbicara.

“Sudah tia bulan dia hanya bisa berbaring. Kalaupun mau beli jajan, saya yang harus menggendongnya,” terang Lina, sapaan akrabnya.

Lina menjelaskan, setahun yang lalu dokter mendiagnosa Azam menderita penyakit itu. Dan menyarankan agar dirujuk ke Mataram untuk dioperasi. Namun lagi-lagi faktor ekonomi menjadi alasan utama keluarga tidak merujuk Azam ke Mataram.

“Jangankan untuk merujuk Azam ke Mataram, makan sehari-hari saja kami susah. Sedangkan kami harus membiayai perjalanan dan kebutuhan selama di sana,” katanya.

Dia berharap, pemerintah daerah bisa membantu meringankan bebanna. Shingga Azam bisa dirujuk ke Mataram. (edo/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka