Ketik disini

Headline Kriminal

Gatot dan Istri Terancam 20 Tahun Bui

Bagikan

MATARAMA�– Penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB akhirnya menambahkan pasal pengedar narkoba kepada Gatot Brajamusti. Sangkaan serupa juga dikenakan kepada Dewi Aminah istri Gatot.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, proses penambahan sangkaan kepada kedua tersangka berdasarkan hasil penyidikan. Pertimbangannya, saat dilakukan penggerebekan di sebuah kamar A�di hotel Golden Tulip, Gatot memberikan aspat (mengandung sabu) kepada beberapa orang yang berada di dalam kamar.

a�?Modusnya seperti itu, jadi kita tambahkan sangkaan Gatot dan Dewi sebagai pengedar,a�? kata Agus.

Sebagai pengedar, Agus mengatakan, Gatot merupakan pemain tunggal. Dugaan tersebut muncul karena barang haram tersebut ia bawa langsung dari Turki, tanpa melalui perantara di sela-sela perjalanan umroh ke Tanah Suci.

a�?Bukan dapat dari orang lain,a�? ungkapnya.

Terkait penggunaan aspat di padepokan milik Gatot, Agus mengaku telah berlangsung lama. Pemberian aspat pun berlaku untuk semua orang yang datang ke padepokan, termasuk para artis.

a�?Prakteknya ya sudah lama, selama ada yang berguru kepada dia, selama itu pula ada pemberian aspat,a�? jelas Agus.

Lebih lanjut, kata Agus, adanya tambahan pasal kepada Gatot sebagai pengedar, membuat ia terancam hukuman penjara paling lama 20 tahun. a�?Pemberkasan kita percepat, agar bisa masuk di proses selanjutnya,a�? tegas dia.

Gatot Bantah Kepemilikan Senpi

Penyidik Resmob Polda Metro Jaya akhirnya merampungkan pemeriksaan Gatot Brajamusti dan Dewi Aminah, sekitar pukul 22.30 Wita, Selasa (20/9). Dalam pemeriksaan kali ketiga ini, Gatot dan Dewi dicecar pertanyaan terkait asal-usul senjata api (senpi) dan ribuan butir peluru.

Terkait dengan materi pemeriksaan, kuasa hukum Dewi Aminah, Irfan Suryadiata mengatakan, kliennya ditanyakan seputar kepemilikan senjata api dari Gatot Brajamusti. Oleh penyidik, Dewi diperiksa lebih dari lima jam, sejak pukul 15.30 Wita hingga pukul 20.35 Wita.

Dalam keterangan yang diberikan kepada penyidik, lanjut Irfan, Dewi mengaku bahwa senpi tersebut diberikan AS (inisial). Pemberian senpi sendiri, dilakukan di rumah Gatot, di Jakarta Selatan medio 2006 silam. Namun Dewi mengaku alasan pemberian senpi dan peluru tersebut.

“Dewi bahkan sempat menyesal, kalau ujungnya terlibat kasus seperti ini, lebih baik senpi itu tidak mereka simpan,” terangnya.

Selang dua jam dari tuntasnya pemeriksaan Dewi, Gatot Brajamusti menyusul keluar dari ruang subdit I Ditreskrimsus Polda NTB, sekitar pukul 22.30 Wita.

Saat dikonfirmasi terkait apakah dirinya merasa dijebak AS, terkait penemuan senpi di rumahnya, Gatot memilih bungkam. Begitupula terkait tujuan AS memberikan senpi kepada dirinya, pria 54 tahu tersebut tetap diam.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat mengatakan, selama pemeriksaan, Gatot dicecar 21 pertanyaan dari penyidik. “Saya kurang tahu pasti materinya, hanya jumlah pertanyaannya sebanyak 21. Materinya penyidik dari Polda Metro Jaya yang tahu,” aku Cheppy.

Cheppy mengatakan, pemeriksaan Gatot tidak berhenti sampai kemarin malam. Kemungkinan penyidik Polda Metro Jaya akan menjadwalkan penyidikan kembali di hari ini.

“Kalau untuk pemeriksaan narkoba, itu tetap kita lakukan,” ujar dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka