Ketik disini

Selong

Pemkab Dorong Konsumsi Beras Analog

Bagikan

SELONG – Beras masih menjadi sumber makanan utama masyarakat di Lombok Timur (Lotim). Untuk menghindari ketergantungan pada beras, Pemkab Lotim bekerjasama dengan sejumlah pihak berupaya melakukan diversifikasi bahan pokok beras padi ke beras analog fungsional.

a�?Upaya diversifikasi ini penting. Inovasi dalam teknologi pangan untuk menjaga kualitas hidup masyarakat sangat dibutuhkan,a�? kata Bupati Lotim Ali BD.

Dijelaskannya, pemerintah harus menyiapkan salah satu makanan alternatif pengganti beras. Meskipun untuk membiasakan masyarakat untuk pindah dari beras padi ke beras analog ini memiliki tantangan dan hambatan. a�?Bagus itu, saya aja sudah mulai terbiasa tidak makan nasi pagi hari. Kalau saya bisa, kenapa masyarakat tidak?a�? ujarnya.

Beras analog merupakan salah satu produk pangan instan bergizi yang berhasil dikembangkan.Pemkab Lotim bekerjasama dengan pihak Universitas Mataram, Universitas Gadjah Mada, Pemprovi NTB dan Pemerintah New Zealand berupaya mengembangkan beras analog fungsional ini.

a�?Karena kehadiran beras ini akan berdampak terhadap banyak hal. Selain dari kualitas gizi dan kesehatan masyarakat bisa meningkat dengan mengkonsumsinya, dampaknya juga akan bisa dirasakan para petani,a�? kata Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Lombok Timur, HL Zaini.

Lebih lanjut dijelaskannya, beras analog fungsional ini dibuat dari serat jagung, ubi, singkong kedelai, lebui dan tanaman lainnya non padi. Sehingga potensi pertanian dibidang ini pun diyakini akan meningkat. a�?Jadi ada alternatif lain ketika lahan pertanian sedang mengalami A�kekeringan seperti ini. Dimana petani tidak bisa menanam padi,a�? jelasnya.

Alat produksi beras analog ini diungkapkan telah dimiliki oleh Pemkab Lotim. Sehingga produksinya diyakini tidak akan mengalami hambatan. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana pemasaran beras tersebut. a�?Inilah yang akan kami bahas bersama pihak Universitas dan New Zealand ini,a�? beber dia. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka