Ketik disini

Bima - Dompu

Pendukung Azhar Mengamuk

Bagikan

BIMAA�– Sejumlah warga Desa Parangina Kecamatan Sape, pendukung calon kepala desa Azhar mengamuk. Mereka menerobos masuk ke kantor Bupati Bima. Meskipun dihadang sejumlah anggota Pol PP, massa yang menuntut pilkades ditiadakan ini tetap menerobos.

Kejadian itu membuat suasana gaduh. Terutama bagi tamu dan pegawai yang ada di ruang tunggu kantor bupati.

”Tidak ada lagi pilkades di Desa Parangina. Kalau ada, kantor Bupati Bima ini akan rata dengan tanah,” ancam Farman, seorang pendukung Azhar, bakal calon kades yang tereliminasi.

Ia meminta, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri mengikuti prosedur sesuai arahan Kemendagri. Masalah Pilkades Parangina agar dikeluarkan peraturan bupati (Perbup) khusus.

”Saran Kemendagri Pilkades Parangina bisa dilanjutkan dengan mengikutkan 6 calon. Bupati justru keluarkan SK dengan merujuk keputusan panitia kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Bima H Abdul Wahab mengatakan, Bupati Bima belum mengeluarkan keputusan tertulis terkait Pilkades Parangina.

”Kita rapat kemarin bersama sejumlah unsur. Kita ingin pilkades dilanjutkan sesuai keputusan awal,” terangnya.

Namun hasil rapat itu, kata Wahab, belum diputuskan. Terhadap tuntutan pedukung Azhar pemerintah akan mempelajari lebih dulu.

”Kita lihat nanti. Saat ini Azhar sedang bertemu dengan Bupati Bima,” sebutnya.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group) kegaduhan di ruang tunggu Bupati Bima tidak berlangsung lama. Warga yang sempat emosi bisa diredam Azhar. Dia meminta supaya tidak ada tindakan anarkis.

”Sekarang saya akan menghadap bupati,” katanya di depan massa pendukungnya, kemarin(21/9).

Usai bertemu Bupati Bima, Azhar mengaku mendapat penjelasan dari orang nomor satu di Kabupaten Bima. Kata dia, Bupati Bima belum mengeluarkan keputusan apapun soal Pilkades Parangina.

”Pilkades Parangina belum diputuskan. Rapat itu hanya menerima usulan, meminta Pilkades Parangina dilanjutkan,” pungkasnya. (dam/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka