Ketik disini

Politika

PKS Terima RAPBDP 2016

Bagikan

MATARAMA�– Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB menerima Raperda Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) 2016 untuk dibahas lebih lanjut. Namun tetap harus memperhatikan berbagai catatan yang telah diberikan fraksi.

a�?Kita terima dengan catatan,a�? kata Ketua Fraksi PKS NTB Johan Rosihan, kemarin.

Catatan tersebut diutamakan dalam pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Dimana fraksi telah melakukan kajian-kajian, pendalaman, dan penelusuran atas raperda tentang perubahan APBD NTB yang sudah disampaikan pengantarnya pada paripurna sebelumnya.

Untuk pendapatan, Fraksi PKS mengapresiasi peningkatan target pendapatan daerah yang melebihi target pertumbuhan ekonomi NTB yang dicanangkan dalam RPJMD yaitu 5,85 persen hingga enam persen.

Sayangnya, rasio pendapatan asli daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah menurun. Dari 39,95 persen di tahun 2015 menjadi 37,64 persen di tahun 2016. Ini pertanda pelemahan celah fiskal daerah yang patut untuk diwaspadai pemda ke depan.

a�?Melihat fenomena tersebut, pemda perlu mempersiapkan langkah antisipasi yang seperti apa,a�? katanya.

Menurut hemat PKS, lanjut Johan, pemda tidak menjadikan momentum pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan pendapatan daerah sebagai kesempatan menggenjot capaian PAD.

Karena itu, Fraksi PKS meminta kepada gubernur kritis mengevaluasi capaian kinerja SKPD atau badan usaha yang ditargetkan memberikan kontribusi atas capaian PAD. Usulan penurunan target PAD patut menjadi warning atas keengganan birokrasi memacu kinerjanya.

Sedangkan untuk belanja daerah, diusulkan meningkat 17,40 persen atau senilai Rp 585,343 miliar. Diharapkan peningkatan tersebut bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi NTB di tengah lesunya perekonomian nasional.

a�?Pemda juga harus mengevaluasi rencana penyertaan modal ke Bank NTB hingga bank berkomitmen memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, bila perlu berikan surat penundaan pencairan dana penyertaan modal sebagai bentuk evaluasi, a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka