Ketik disini

Kriminal

Ratusan Burung Gagal Diselundupkan ke Malang

Bagikan

GIRI MENANGA�– Upaya penyelundupan kembali gagal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar). Kali ini, ratusan ekor burung yang hendak dibawa ke Bali, digagalkan Polsek KP3 Lembar bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, sekitar pukul 14.00 Wita, kemarin (21/9) .

Kapolsek KP3 Lembar Ipda Jasa Yulianto mengatakan, ratusan burung yang akan diselundupkan, dikemas ke dalam 10 kotak dan 4 keranjang. Rencananya seluruh burung akan dikirim menuju Malang, menggunakan bus Tiara Mas.

Jasa melanjutkan, dari pengakuan kernet bus, 14 paket yang berisi burung ia terima di terminal Bertais.a�?Kita masih kejar pemiliknya. Ada nomor handphone yang ditinggalkan, tapi sementara belum bisa dihubungi,a�? katanya.

Lebih lanjut, Jasa menjelaskan, saat melakukan penggeledahan bagasi bus, petugas menemukan 390 ekor burung berbagai jenis. Dari ratusan ekor burung yang diamankan petugas, 40 ekor diantaranya masuk kategori hewan yang dilindungi.

Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, I Putu Tarunanegara, pengamanan ratusan ekor burung bersama KP3 Lembar tidak saja berlaku untuk hewan yang dilindungi. a�?Berlaku untuk semua, kalau tidak mempunyai dokumen resmi ya kita amankan,a�? kata nya.

Karena tidak mempunyai dokumen resmi, tidak menutup kemungkinan terdapat penyakit di ratusan burung yang akan menyeberang dari Pelabuhan Lembar. a�?Bahaya penyakit itu yang kita khawatirkan, jadi ratusan burung yang kita amankan hari ini (kemarin), sementara kita taruh di kantor,a�? tandasnya.

Penyelundup Lobster Manfaatkan Bus Damri

Sementara itu Polsek KP3 Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, menggagalkan pengiriman 10 kantong berisi bibit lobster, kemarin (21/9). Pengiriman lobster dilakukan melalui bus Damri dengan tujuan Mataram.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, kepolisian tengah menyelidiki pemilik lobster. Saat ini, sopir bus damri bersama kernet, telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

a�?Masih kita periksa, karena tidak ada nama pengirim dan penerima,a�? kata Tri Budi.

Informasi yang ia peroleh, pengiriman lobster digagalkan petugas KP3 Poto Tano sekitar pukul 12.30 Wita. Saat itu, petugas yang berjaga mendapat kabar bahwa sebuah bus Damri membawa 10 kantong plastik yang berisi lobster.

Ketika bus memasuki areal pelabuhan, sekitar pukul 12.30 Wita, petugas langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, sebanyak 5 kantong plastik berukuran besar dan 5 kantong berukuran kecil. Dimana satu kantong plastik berisikan 430 ekor bibit lobster yang masih berusia dua minggu.

a�?Totalnya ada 4300 ekor bibit lobster. Saat ini masih dititipkan di karantina ikan Poto Tano,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka