Ketik disini

Sportivo

Thanks Dini, Thanks Dhita, Persembahkan Emas Pertama NTB

Bagikan

BANDUNGA�– NTB benar-benar bersuka cita. Medali emas yang ditunggu akhirnya datang. Emas perdana itu dipersembahkan pasangan voli pasir putri NTB 1 pasangan Putu Dini Jasita-Dhita Juliana.

Pada partai final di lapangan voli pasir GOR Arcamanik, Kota Bandung, pasangan peringkat satu nasional itu tampil luar biasa, kemarin (21/9). Mereka menghabisi pasangan asal Jatim 1 Nanda RagilLia-Riska Dwi Andriani dengan skor 2-0 (21-12, 21-14).

Pasangan Dini-Dhita mempertahankan tahtanya sebagai ratu voli pasir di turnamen multieven PON. Sebelumnya, keduanya ini meraih medali emas di PON 2012 Riau.

a�?Terimakasih kepada semua yang sudah memberikan doa. Medali ini saya persembahkan untuk masyarakat NTB,a�? terang kapten tim putri NTB 1 Putu Dini Jasita usai pertandingan, kemarin.

Dini merasa senang bisa memberikan emas pertama bagi NTB. Ia berharap, atlet lain yang masih berjuang di arena pertandingan bisa mengikuti jejaknya. Sehingga target 15 emas NTB pada PON Jabar bisa terwujud. a�?Semoga ada emas berikutnya. Kawan-kawan terus berjuang, semoga NTB LIBAS (15 medali emas),a�? harap atlet asal Lombok Barat ini.

Langkah pasangan NTB ini meraih medali emas terbilang luar biasa. Sejak babak penyisihan grup A hingga final, Dini-Dhita sudah memperlihatkan dominasinya. Mereka menyapu bersih semua pertandingan lewat kemenangan telak dua set langsung.

Bersua Jatim 2 pasangan Atika-Novira di laga perdana grup A Rabu (14/9), Dini-Dita unggul jauh 21-14, 21-13. Laga berikutnya melawan pasangan Sumatera Barat Ermi-Ingat, mereka makin superior dan menang 2-0 (21-11, 21-9).

Selanjutnya, di partai pamungkas penyisihan grup Jumat (16/9), Dini-Dhita menekuk pasangan Jogjakarta 1 Vitria-Yokebed 2-0 (21-16, 21-11). Tiga hasil sempurna membawa mereka keluar sebagai penguasa grup A.

Di babak delapan besar, hasil drawing yang dilakukan Sabtu (17/9) mempertemukan mereka dengan Jabar 1, pasangan Normalita-Risa. Namun di laga ini, Dini Cs masih terlalu tangguh bagi pasangan tuah rumah. Mereka unggul telak 2-0 (21-12, 21-7).

Lolos ke semifinal, mereka bertemu unggulan kedua, pasangan Papua Martha-Olivia. Permainan seru dan kejar-mengejar skor terjadi di dua set. Papua bermain lebih mengandalkan gerak tipu dan netting bola. Strategi itu sempat merepotkan Dini-Dhita.

Namun, pengalaman serta mental berbicara di laga ini. Dini-Dhita menunjukkan kedigdayaannya. Mereka pun memastikan tiket final dengan menyudahi game dua set langsung lewat skor 21-15, 21-17.

a�?Alhamdulillah bangga banget bisa memberikan medali emas pertama bagi NTB. Salah satu target akhirnya terpenuhi,a�? ujar Dhita Juliana pasangan duet Putu Dini Jasita.

Tahun ini menjadi PON terakhir bagi pasangan Dini-Dhita. Dhita mengaku lega dan puas bisa menutup karir mereka di gelaran empat tahunan PON dengan menyumbangkan medali emas untuk kontingen NTB. a��a��Saya sangat senang dan puas,a�? pungkasnya.

Dalam selebrasi kemenangan kemarin, Dini dan Dhita terlihat mengenakan kaus putih bergambar seorang pria di bagian depan. Medali emas tersebut rupanya juga didedikasikan duet maut ini kepada lelaki tersebut.

Dia adalah almarhum Nur Ahmad Yani, yang dikenal sebagai bapak penggagas voli pasir NTB. Laki-laki kelahiran 17 Mei 1958 adalah legenda. Dia adalah orang yang paling berjasa bagi perkembangan voli pasir NTB seperti sekarang ini.

Dari tangan almarhumlah lahir atlet NTB yang berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional seperti Agus Salim, Anjas, dan Ni Putu Timi Rahayu.

Dan di Lapangan Voli Pasir Arcamanik, kemarin, sejumlah atlet, pelatih dan pengurus A�cabor PBVSI NTB mengenakan baju warna putih dengan gambar Nur Ahmad Yani. Meski sudah tiada, namun jasanya tetap akan selalu dikenang bagi pegiat voli pasir NTB.

Sementara itu, perolehan medali emas ini memang sudah diprediksi sang pelatih Agus Salim. Ia mengaku tidak pernah ragu dengan kemampuan dua atlet andalannya itu. a�?Semoga ini bisa menjadi kebanggaanNTB. Sekaligus membuka keran medali emas di PON Jabar,a�? ujarnya.

Agus menjelaskan, kesuksesan anak didiknya mempertahankan medali emas PON tidak diraih dengan mudah. Butuh kerja keras. Keduanya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri menghadapi even olahraga empat tahunan ini.

a�?Tim dibentuk sudah lama, sehingga bisa tampil solid. Jadi jawaban dari kerja keras itu,a�? ungkapnya.

Perolehan medali emas ini disambut suka cita. Di Mataram, para anggota DPRD NTB yang tengah menggelar sidang paripurna bahkan harus memberi jeda sidang dengan menyampaikan pengumuman raihan medali emas dari Dini-Dhita.

Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi yang memimpin paripurna menyampaikan pengumuman itu, sesaat setelah menerima kabar dari Bandung. a�?Sebelum sidang kami lanjutkan, kami akan menyampaikan pengumuman. Alhamdulillah, atlet voli pasir NTB sudah mendapat emas di PON Jabar,a�? katanya.

Sidang paripurna yang dihadiri Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti dan para kepala SKPD lingkup Pemprov pun memberi apresiasi atas keberhasilan atlet NTB tersebut. Doa untuk hasil terbaik bagi kontingen NTB di PON Jabar pun dilontarkan di tengah paripurna.

Sementara itu, pada final kemarin, Ketua KONI NTB Andy Hadianto berkesempatan mengalungkan medali pada Dini-Dhita. Andy yang selalu hadir menyaksikan pertandingan mengaku bangga dengan penampilan keduanya.

a�?Saya harap para atlet lain yang belum atau lagi bertanding terus meningkatkan motivasi. Kita bisa dan yakin meraih target 15 medali emas,a�? tegasnya.

Sementara podium tiga sektor putri ditempati oleh Papua 1 yang sebelumnya mengalahkan NTB 1 pasangan Desy-Lisa. Di katogeri putra , pasangan Jogkarta Candra-Gilang sukses mempertahakan medali emasnya. Keduanya unggul 2-0 (21-13, 21-13) atas lawannya pasangan Jatim 2 Asyifa-Rendy. Sedangkan podium tiga dikuasai Jatim 1 pasangan Fahriansyah-Bastommi.

Keberhasilan Dini-Dhita meraih medali emas kemarin juga menambah pundi-pundi medali NTB. Total hingga kemarin, NTB telah mengumpulkan satu emas dan tiga perunggu. Perunggu didapat dari Ahmad Zigi Zaresta Yuda di cabor karate dan Murni dari cabor wushu.

Kejutan Menembak

Satu perunggu lainnya adalah kejutan dari cabor menembak beregu. Di Lapangan Tembak Cisangkan, Kota Cimahi, kemarin (30/9), atlet menembak beregu purtra NTB, Bimo Putra, L Rizal, dan Kadek Yogi mempersembahkan medali perunggu di nomor Air Pistol beregu putra. Mereka mengumpulkan 1.622 poin.

Di nomor ini, perak diraih tim Jawa Barat dengan total 1.642 poin. Sementara emas milik tim Jawa Timur.

a�?Alhamdulillah medali perunggu sudah cukup baik. Doakan kami semoga bisa mendapat medali emas,a�? ujar pelatih menembak Andik Budi Hariono yang dihubungi via telpon, kemarin (21/9).

Dalam PON Jabar ini, menembak menargetkan satu medali emas dari cabang andalan yakni air riftel putra man standard individu dan bertim. a�?Semoga bisa meraih medali emas. Mohon doa dan dukungan masyarakat NTB,a�? ungkapnya Andik singkat. (zen/kus/r10/r8)

Komentar

Komentar

Tags:
Sebelumnya
Berikutnya

Anda mungkin juga suka