Ketik disini

Bima - Dompu

Pedagang Pasar Wodi Tolak Relokasi

Bagikan

DOMPU – Rencana pemerintah daerah memindahkan Pasar Wodi, Kecamatan Woja ditolak sejumlah pedagang di pasar setempat. Mereka memilih bertahan daripada harus dipindahkan ke lokasi yang baru.

Ditemui Radar Dompu (Lombok Post Group), seorang pedagang Hj Kalisom Jamaludin mengatakan akan tetap bertahan jika pemerintah ingin memindahkan Pasar Wodi. Meski lokasi pasar baru nanti jauh lebih layak dibanding kondisi Pasar Wodi saat ini.

“Kami keberatan pindah dan tetap tidak akan mau. Kami sudah lama berdagang di sini dan khawatir tidak laku atau ditinggal pelanggan,” tegas HJ Kalisom, kemarin.

Ia mengaku, mayoritas para pedagang di pasar milik Desa Baka Jaya ini sudah turun-temurun. Bahkan keberadaan para pedagang sudah lebih dari puluhan tahun menempati lokasi ini.

“Kalau diminta relokasi kami tetap memilih bertahan, karena pasar ini sudah menjadi buah hidup para pedagang,” katanya.

Dikatakan, jika alasan pemerintah untuk memindahkan pasar karena kemacetan lalu lintas masih ada cara lain yang lebih efektif tanpa harus memindahkan pedagang. Salah satunya, pasar dibangun bertingkat. Sehingga para pedagang yang berjualan di bahu jalan bisa dievakuasi ke dalam gedung.

“Saya yakin dengan bangunan bertingkat penataan pasar akan efektif. Sehingga di depan gedung nanti bisa dipakai untuk tempat parkir kendaraan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Energi Dompu, Muhammad mengatakan, pemindahan Pasar Wodi itu baru sebatas rencana. Langkah saat ini, pihaknya baru melakukan pendekatan ke sejumlah pedagang, supaya kedepan mereka mau dipindahkan.

“Pemindahan pasar harus bertahap. Pertama kita harus melakukan pendekatan pada para pedagang,” katanya.

Dia menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan pemindahan Pasar Wodi. Pasalnya lokasi pasar hanya 2,5 are. Sehingga terlihat sempit dan jauh dari layak. Selain itu, karena tidak ada lahan parkir, pembeli terpaksa memarkir kendaraan di bahu jalan yang menimbulkan kemacetan arus lalu lntas di jalur tersebut.

“Dari segi bantuan pengembangan pasar tentu sangat sulit, karena prosedurnya harus seluas minimal 50 are. Selama ini pengembangan pasar hanya melalui dana aspirasi dewan,” pungkasnya. (jw/r 4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka