Ketik disini

Giri Menang

Penunggak Pajak Ditunggu Sanksi

Bagikan

GIRI MENANG – Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) menyiapkan sanksi bagi penunggak pajak di Lombok Barat (Lobar). Kadis PPKD Lobar Hj Lale Prayatni mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan draft perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 tahun 2012 yang mengatur mekanisme pembayaran pajak di Lobar.

Jika sebelumnya tidak ada sanksi tegas bagi penunggak pajak baik restoran, hotel, dan tempat hiburan, maka melalui Perbup tersebut akan ada sanksi tegas. Dia menyontohkan bagaimana pihak hotel yang tiga bulan belum membayar pajak, maka hotelnya akan disegel.

a�?Kalau sebelumnya memang nggak ada, tapi ke depan, kami siapkan setiker bertuliskan a�?hotel ini menunggak pajaka�� jika dalam tiga bulan belum menuntaskan kewajibannya,a�? kata Lale, kemarin (22/09).

Peraturan tersebut merupakan bentuk sikap tegas Pemkab Lobar seiring upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pihaknya menargetkan realisasi PAD dari pajak mencapai Rp 99 miliar dan hingga saat ini 52 persen sudah terealisasi.

Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan kesadaran wajib pajak semakin meningkat. Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan sistem pembayaran pajak online yang mulai berlaku pertengahan Oktober 2016. a�?Untuk pembayaran pajak online ini, kami bekerjasama dengan Bank Mandiri,a�? ungkap dia.

Sosialisasi pembayaran pajak dengan sistem online itu berlangsung di Senggigi, kemarin. Sejumlah wajib pajak terutama pengusaha hotel, restoran, dan tempat hiburan hadir dalam kegiatan itu.

Lale menjelaskan, hingga saat ini hanya beberapa hotel yang menunggak pajak dengan nilai tinggi. Diantaranya Hotel Sentosa dan Hotel Bintang Senggigi.

Untuk kedu hotel tersebut sudah ada kesepakatan penyelesaian pembayaran pajaknya. Menurut dia, Hotel Bintang Senggigi yang menunggak pajak hingga Rp 200 juta, bersedia memenuhi kewajibannya. Awalnya, Hotel Bintang Senggigi ingin membayar dengan cara mencicil selama enam bulan.

Tapi, permintaan itu ditolak lantaran memang sudah merupakan kewajiban hotel untuk membayar pajak. Sedangkan untuk Hotel Sentosa diberikan waktu hingga enam bulan kedepan untuk menuntaskan kewajibannya. a�?Ya jelas kami tolak, masak Rp 200 juta aja minta nyicil,a�? ungkap Prayatni.

Kepala Bank Mandiri Area NTB Gunawan Edi Sasongko mendukung upaya Pemkab Lobar terkait program pembayaran pajak online. Pihaknya menyiapkan program untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam membayar pajak.

Jika selama ini wajib pajak datang langsung ke kantor PPKD, dengan sistem pajak online ini akan lebih mudah. Wajib pajak dapat membayar pajak melalui aplikasi yang tersedia di Bank Mandiri. Pembayaran pajak bisa dilakukan melalui transaksi di ATM maupun melalui internet.

a�?Kami sudah menyiapkan perangkat untuk memudahkan wajib pajak di Lobar untuk membayar kewajibannya,a�? kata Gunawan.

Jumlah wajib pajak di Lobar mencapai 233.371 wajib pajak. Jika upaya yang dilakukan PPKD sukses, maka tidak menutup kemungkinan target Rp 99 miliar tahun 2016 bisa tercapai. Dengan adanya sistem online ini, diharapkan dapat meminimalisasi angka kebocoran. (tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka