Ketik disini

Praya

Warga Desa Dianggap Dewasa Berpolitik, Hampir Tak Ada Gejolak

Bagikan

Ditengah padatnya agenda Hari Tani Nasional Sekda Lombok Tengah (Loteng), Nursiah menyempatkan waktu meninjau hasil pelaksaan Pilkades di beberapa desa.

***

Langkah kaki pertama orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut, dimulai dari Desa Pandan Indah, Praya Barat Daya. Di desa itu, Pilkadesnya berjalan lancar, tidak ada masalah sedikit pun.

Warga desa menerima keputusan rekapitulasi panitia penyelenggara, tidak ada yang mempersoalkan. Termasuk calon yang merasa diri kalah.

Di desa itu Kursi Kades diperbutkan oleh Anhar dan Abdul Rahim. Jumlah pemilih sebanyak 3.769 orang dan tempat pemungutan suara (TPS) 7 titik.

Perolehan sementara, Anhar menduduki suara terbanyak mencapai 1.582 dan rivalnya sebanyak 1.316 suara.Sebelumnya, Desa Pandan Indah sempat diprediksikan bergejolak, seperti halnya Desa Puyung dan Ranggaggata.

Para calon dan warga desa beberapa kali melakukan aksi hearing ke gedung DPRD dan kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD). Bahkan pilkades di desa ini sempat diusulkan untuk diundur.

“Siapa pun yang terpilih, itu merupakan pilihan terbaik dari masyarakat. Kita harus menghormati dan menjaganya, tidak boleh ada yang keberatan,” ujar ketua panitia penyelenggara Pilkades Pandan Indah, Baharudin.

Selama pelaksanaan pencoblosan, kata Baharudin masyarakat cukup antusias mendatangi TPS, hingga proses penghitungan suara dan rekapitulasi suara.

“Mohon seluruh warga tetap menjaga keamanan dan ketertiban, sampai dilantiknya pemimpin desa kita tercinta ini,” ujarnya.

“Alhamdulillah, sepintas saya melihat masyarakat desa sudah dewasa dalam berpoliik. Prediksi adanya gejolak sosial, Alhamdulillah terjawab, tidak ada sama sekali,” sambung Sekta Nursiah.

Pria asal Desa Batujai itu berharap, kondusifitas daerah tetap terjaga. Dengan begitu, pembangunan ekonomi masyarakat pun berjalan lancar dan sukses.

“Bagi yang merasa memperoleh suara terbanyak, saya ucapkan selamat. Sedangkan yang tidak beruntung, jangan berkecil hati,” serunya.

Langkah kaki berikutnya, menuju Desa Selong Belanak. Di desa wisata pasir putih ini terdapat 7 TPS dan empat calon dengan jumlah DPT sebanyak 4.141 orang.

Yang unggul sementara adalah, Lalu Yahya dengan perolehan suara 1.120. Berikutnya, Suparman 601 suara, Rianah 261 suara dan Lalu Sayuti sebanyak 900 suara.

“Alhamdulillah di desa kami berjalan lancar dan aman. Padahal, dana operasional panitia belum ada. Inilah bukti bahwa, tanpa dana saja kami bisa bekerja,” kata ketua panitia penyelenggara Desa Selong Belanak Nasri Patoni.(Dedi Shopan/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka