Ketik disini

Selong

Bahagia Dedikasikan Masa Muda Untuk Korban Bencana

Bagikan

Di usia yang masih relatif muda, Asri, 24 tahun mendedikasikan hidupnya membantu korban bencana. Ia merasa tidak keberatan jika seluruh hidupnya ia persembahkan untuk menolong warga yang kena musibah.

***

Generasi muda adalah penopang bangsa. Kata-kata tersebut sepertinya bukanlah kalimat klise. A�Kemajuan suatu daerah tidak terlepas atas kehadiran anak mudanya yang memiliki semangat juang dan dedikasi tinggi mengabdi bagi tanah kelahiran mereka. Mengabdi pada daerah? Ya, kata itulah yang memotivasi Asri pemuda asal Selong memilih pekerjaan menjadi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim.

Tamat sekolah menengah atas sekitar tahun 2012 lalu, ia memilih menjadi petugas siaga bencana. a�?Biaya kuliah mahal, mencari pekerjaan juga susah. Itu yang membuat saya lalu berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk membuat orang tua saya bangga dan bisa bermanfaat bagi lingkungan saya,a�? akunya kepada Lombok Post.

Dari sanalah A�ia terbersit untuk menjadi petugas BPBD Lotim. Meski pekerjaan ini tidak sementereng pekerjaan lainnya, Asri mengungkapkan di sinilah ia menemukan kenikmatan hidupnya. a�?Nggak tau kenapa, senang saja rasanya bisa bantu orang lain. Apalagi saat melihat ekspresi wajah bahagia orang yang kita bantu tersebut. Misalnya saat menyalurkan air bersih,a�? tuturnya.

Meski dengan honor yang tidak seberapa, ia pun mengaku merasa senang dengan pekerjaannya saat ini. Meskipun, ia menceritakan berbagai risiko pernah ia alami saat menjalani tugasnya membantu warga yang terkena bencana kekeringan.

a�?Kadang kalau ban mobil pecah di tengah jalan, kita harus nginep. Itu sering terjadi karena lokasi korban yang butuh bantuan ini kan rata-rata sulit akses jalannya,a�? jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan menjadi petugas BPBD tidak mengenal istilah jam kerja. Setiap ada panggilan warga yang membutuhkan bantuan, ia langsung jalan. Tidak boleh malas atau menunda pekerjaan. Karena pekerjaan menangani bencana dijelaskan adalah pekerjaan yang tidak bisa dan tidak boleh ditunda. a�?Kalau nggak langsung jalan, bisa mati duluan orang yang butuh pertolongan kami,a�? cetusnya.

Dengan kondisi seperti ini, rasa lelah sudah akrab dengan dirinya. Sehingga, seolah kehadiran lelah bekerja tidak terasa lagi. Buktinya, belum lama ini ia bisa dua sampai tiga kali menyalurkan bantuan air bersih jauh ke pedalaman. Berangkat pagi pulang malam hari adalah hal yang biasa baginya.

a�?Ini aja harus balik lagi. Paling nanti jam 10 malam kami nyampe ke Sekaroh menyalurkan bantuan air bersih. Jadi nyampe rumah mungkin tengah malam. Kalau tidak memungkinkan ya kami terpaksa menginap,a�? jelasnya.

Dengan sistem kerja seperti ini, Asri mengaku hampir tak ada waktu untuk memikirkan masalah asmara. a�?Menjadi petugas BPBD sudah menjadi pilihan saya. Ada kebahagiaan saat bisa membantu orang yang bernasib tidak sebaik kita,a�? pungkasya. (HAMDANI WATHONI, Selong/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka