Ketik disini

Giri Menang

Pemkab Tinjau Ulang Kerja Sama dengan LCC

Bagikan

GIRI MENANGA�– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berencana meninjau kembali kontrak dengan Lombok City Center (LCC), terutama yang menyangkut kepemilikan saham. Sekda Lobah H Moch. Taufiq mengatakan sangat memperhatikan saran DPRD Lobar untuk meninjau ulang kerja sama tersebut.

“Memang hubungan kerja sama itu bisnis to bisnis, tapi setelah kita pelajari akan ditinjau kembali,” kata Moch Taufiq kepada wartawan di Lobar kemarin (23/9).

Dikatakan, tahapan peninjauan kembali dilakukan melalui rapat umum pemegang saham. Pihaknya sudah memanggil direksi Perusahaan Daerah PT Tripat untuk membicarakan hal itu. Pada dasarnya, kata Taufiq, perbaikan dilakukan pada MoU, hanya saja, karena hubungannya bisnis to bisnis, maka proses itu akan dilakukan oleh perusda.

Penghitungan ulang terhadap perolehan daerah dari kerja sama itu akan dilakukan segera. Namun, pihaknya belum mengetahui kapan RUPS akan dilakukan.

“Menunggu RUPS yang jadwalnya sedang disusun,” ungkap dia.

Sebelumnya DPRD LobarA� mengusulkan agar Pemkab Lobar meninjau kembali kerja sama dengan LCC. Wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Mukhlis Ibrahim mengatakan usulan itu dilatari atas nilai saham yang dimiliki Lobar tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh LCC.

“Total saham Pemda Lobar melalui Perusda PT TripatA� di LCC hanya 3 persen, nggak sesuai dengan total aset yang dimiliki di LCC itu,” ujar Sulhan.

Dia merincikan jumlah aset yang dimiliki Lobar di lokasi pembangunan LCC mencapai 6,2 hektare. Jika harga per-arenya senilai Rp100 juta, maka total aset yang dimiliki mencapai Rp.600 miliar. Sementara jika nilai pembangunan LCC mencapai Rp150 Miliar, maka setidaknya Pemkab Lobar dalam hal ini PT Tripat memiliki sahamA� hingga 28 persen.

Lagipula, hingga saat ini, belum diketahui nilai deviden yang diperoleh Lobar dari LCC. Kecilnya nilai saham yang dimiliki tersebut tentu akan berpengaruh terhadap deviden. Padahal, kata politisi PKB itu, jika dibandingkan dengan Lombok EpicentrumA� Mall (LEM), bangunan LCC lebih sederhana.

Dikhawatirkan kondisi tersebut justru menjadi persoalan lantaran terdapat unsur kerugian negara. Terlebih hal seperti itu pernah terjadi saat tukar guling ex Kantor Bupati Lobar di Mataram beberapa waktu lalu. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka