Ketik disini

Headline Praya

Pilkades di Loangmaka Memanas

Bagikan

PRAYAA�– Pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi surat suara Pilkades di Desa Loangmaka, Janapria Lombok Tengah (Loteng) memanas. Calon Kepala Desa (kades) yang kalah membawa massa, lalu melakukan penyerbuan ke kantor desa setempat.

a�?Situasi masih panas, saya masih berjaga-jaga di kantor desa, bersama personil kepolisian, TNI dan Satpol PP,a�? kata Camat Janapria HM Munir pada Lombok Post, kemarin (23/9).

Aksi penyerbuan warga, kata Munir tidak lantas menunda tahapan yang ada. Rapat pleno tetap berjalan, hingga memutuskan calon kades yang memiliki suara terbanyak. a�?Saya sudah mengingatkan kepada para calon dan warga, agar menempuh jalur hukum. Bukan sebaliknya, bertindak anarkis,a�? katanya.

Di Desa Loangmaka sendiri, lanjutnya terdapat 17 tempat pemungutan suara (TPS), lima calon kades dan 8.585 daftar pemilih tetap (DPT). Perolehan sementara, Masri Jono menduduki posisi suara terbanyak, mencapai 2.080 suara. Kemudian, disusul Muksin sebanyak 2.064 suara, Junaidi Toyib 1.208 suara, Khairul Fikri 878 suara dan Nurilah 370 suara

a�?Warga mencurigai ada calon tertentu, yang memberi uang kepada pemilih. Hal itu yang membuat mereka menolak hasil pleno,a�? katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengingatkan agar para calon dan warga bersangkutan, membuktikan kecurigaan yang dimaksud. Lalu, menggugat hasil pleno, hingga menempuh jalur hukum. a�?Mari kita dewasa dalam berpolitik. Kalah dan menang merupakan, hal yang biasa dalam berdemokrasi,a�? kata Munir.

Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Nurodin SIK, melalui Kasubag Humas Polres Loteng AKP I Made Suparta, membenarkan situasi yang dimaksud di kantor Desa Loangmaka. Dikatakannya, begitu situasi memanas, Polres langsung menurunkan masing-masing satu pleton Dalmas, Brimob, Unit Intelkam dan gabungan Polsek di rayon empat.

a�?Aksi diduga dilakukan oleh massa calon yang kalah. Mereka menemukan dugaan penggelembungan suara di TPS XV di Dusun Pemantek Barat,a�? kata Suparta.

Polres dan pemerintah kecamatan pun, kata Suparta telah mengingatkan kepada calon bersangkutan, untuk mengendalikan massa. Jika tidak, maka terpaksa kepolisian bertindak lebih keras lagi. a�?Dalam aksi yang berhasil kami bubarkan, kami menemukan dua orang yang membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau,a�? bebernya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka