Ketik disini

Headline Metropolis

Seminggu 10 Warga Suspect DBD

Bagikan

MATARAM A�a�� Demam berdarah dengue (DBD) kembali mengancam. Seiring dengan pola hujan yang kian intens turun, dalam minggu-minggu ini. Karenanya masyarakat diminta mulai waspada dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

a�?Minggu kemarin ada sepuluh kasus DBD,a�? beber Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, H Usman Hadi.

Dalam satu tahun terakhir, angka penderita DBD di Kota Mataram meningkat tajam. Bahkan hingga Agustus lalu, laporan yang diterima Dikes, sudah menembus angka 800 lebih penderita. Angka ini melampaui angka di tahun sebelumnya pada bulan sama di kisaran 700 penderita.

a�?Sebenarnya, kalau hujannya tidak ada masalah, justru itu berkah. Tapi yang keliru itu pola hidup kita yang kurang sehat,a�? kritiknya.

Jika anjuran 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang atau kaleng tidak terpakai, perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD bakal bisa dihambat.

Tapi, kenyataannya, pola hidup sehat dan banyaknya sampah menyebabkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD sangat pesat. a�?Keadaan ini lalu didorong pola hujan yang di luar perkiraan, sebentar panas sebentar dingin, ini membuat perkembang biakan nyamuk menjadi cepat,a�? ungkapnya.

Tidak hanya DBD, warga juga harus waspada pada penyakit lain yang kerap timbul di musim hujan, A�seperti diare, flu, batuk, tifus, penyakit kulit, liptospirosis dan berbagai penyakit yang memiliki hubungan dengan sanitasi. Namun, Usman memastikan pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas Kota Mataram, tetap maksimal.

a�?Memang tujuh puskesmas di Kota Mataram, tengah dalam renovasi, tetapi pelayanan tetap diberikan, untuk mengantisipasi berbagai penyakit yang diderita selama perubahan cuaca beberapa waktu terakhir ini,a�? tandasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman mengaku terkejut dengan adanya informasi sejumlah warga suspect DBD. Ia mempertanyakan kinerja Dikes yang semakin melorot dalam pengentasan kasus DBD.

a�?Inallillahi, apa saja yang dikerjakan Dinas Kesehatan?a�? sindir Herman.

Ia mengaku kecewa. Bukannya DBD tertuntaskan, tetapi ternyata terus bertambah. Meskipun saat ini terjadi anomali cuaca, hingga membuat perkembangbiakan jentik nyamuk DBD sangat cepat, seharusnya Dikes dapat mengambil pelajaran dari kasus yang sudah-sudah.

a�?Memang anomali ini baru terjadi saat ini saja, nggak kan, lalu apa hasilnya?a�? kritiknya.

Jika Dikes tidak melakukan terobosan dalam pengentasan DBD, bukan tidak mungkin tahun ini akan jadi tahun kelabu, di mana jumlah penderita terus bertambah.

a�?Harusnya ada perhatian serius. Ini kesannya gengsi tetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa) tapi keadaan kota sudah sangat memprihatinkan dengan kasus DBD,a�? ketusnya.

Herman juga mengkritisi soal program jumantik yang katanya disebut-sebut bisa menanggulangi jentik nyamuk. Tapi hasilnya nihil. Buktinya, korban terus berjatuhan. Maka, kata Herman, jangan salahkan dewan dan masyarakat yang beranggapan itu hanya akal-akalan Dikes untuk memperbanyak proyek.

a�?Kataya sudah bentuk jumantik, tapi hasilnya mana? jangan-jangan ini hanya biar ada program saja,a�? ujarnya pedas.

Terlepas dari itu, ia meminta masyarakat ikut bergerak mengatasi teror DBD. Dengan mulai memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Angka penderita hingga saat ini sudah menembus 800 kasus. Dikes mau tidak mau ditutut harus berbuat sesuatu, untuk menghindari kemungkinan, korban lebih banyak lagi berjatuhan.

Sementara itu mengantisipasi penyebaran nyamuk penyebab DBD, warga Kelurahan Monjok Barat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kemarin. Warga membersihkan sampah dan saluran pembuangan air dan tempat lainnya yang bisa dijadikan berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD.

a�?Ketika musim hujan datang, warga sudah tahu apa yang harus dilakukan,a�? ujar Mulya Hidayat, Lurah Monjok Barat.

Hidayat menuturkan, ketika musim hujan tiba, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan di beberapa tempat. Di antaranya gudang penyimpanan barang bekas milik kelompok pendaur ulang sampah.

Tempat tersebut berpotensi dijadikan sarang nyamuk. Terlebih lagi gudang tersebut berisikan barang bekas berupa botol dan kaleng bekas serta sampah plastik.

Namun salah satu gudang tersebut kini telah dikosongkan. Hal ini dikarenakan banyak warga yang terjangkit DBD di sekitar lokasi tersebut beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan pihaknya selalu berusaha memberikan informasi terkait pencegahan DBD kepada warga. Hal ini penting agar warga bisa mengantisipasi kemungkinan berkembangnya DBD dan selalu menjalankan pola hidup bersih.

“Masyarakat jangan terpaku melakukan bersih-bersih lingkungan pada hari Jumat saja,a�? sambungnya. (zad/fer/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka