Ketik disini

Kriminal

Barang Sitaan Menumpuk Jadi Beban Negara

Bagikan

MATARAM – Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Mataram, tengah kebingungan. Sebabnya, puluhan barang sitaan tak kunjung rampung proses hukumnya oleh pihak penyita, dalam hal ini penyidik dan jaksa. Akibatnya, terjadi penumpukan barang sitaan di gudang Rupbasan.

Kepala Rupbasan Mataram I Made Suwendra mengatakan, pihaknya telah berusaha berkoordinasi dengan penyita. Namun, belum mendapat respon positif.

a�?Kita sendiri tidak mengetahui apa alasan penyidik tidak mengambil kembali barang bukti yang ada di Rupbasan,a�? aku dia.

Kebingungan Suwendra cukup beralasan. Dia menjelaskan, benda sitaan yang belum diproses, akan membebani anggaran negara. Sebab, Rupbasan harus melakukan perawatan terhadap seluruh barang sitaan yang mereka terima.

Selain beban anggaran, akan berdampak pula pada kerugian aset negara. Barang sitaan yang seharusnya bisa dilelang lebih awal, namun bila disimpan lebih lama nilai ekonomisnya akan turun. a�?Bahkan ada beberapa barang sitaan yang hancur, seperti kayu karena terlalu lama disimpan,a�? ungkap dia.

Suwendra menjelaskan, keberadaan benda sitaan seharusnya mengikuti proses hukum yang dilalui pemiliknya. Dalam artian, ketika proses hukum pemilik telah inkrah, maka harus dibarengi dengan kepastian hukum A�terhadap benda sitaan yang ada di Rupbasan.

a�?Benda sitaan ini merupakan barang bukti dari para pelaku pidana,a�? kata Suwendra.

Kepastian hukum tersebut, lanjut dia, berkaitan dengan pemanfaatan benda sitaan. Apakah nantinya A�barang sitaan akan diubah statusnya menjadi barang rampasan sehingga bisa dilelang atau dikembalikan kepada pemiliknya, tergantung keputusan pengadilan.

a�?Bisa juga nanti dimanfaatkan sebagai barang bukti untuk kasus yang lain,a�? ujar dia.

Hanya saja, sejauh ini Suwendra mengaku tidak pernah mendapat informasi putusan pengadilan terkait sejumlah benda sitaan. Padahal banyak barang bukti yang disimpan di Rupbasan telah berusia lebih dari 10 tahun.

Misalnya saja, 23 balok kayu yang disita Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lombok Barat sejak 2003 silam. Ada pula 148 kayu jenis kapuk, nangka, dan rambutan hasil sitaan Polres Mataram di 2006.

a�?Kewajiban Rupbasan untuk mengelola dan merawat barang sitaan. Tapi kalau menumpuk, kita juga bingung mau diapakan ini semua barang sitaan, dimusnahkan juga tidak bisa sebab Rupbasan tidak ada kewenangan untuk itu,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka