Ketik disini

Giri Menang

Ayo, Entaskan Kawasan Kumuh di Lobar

Bagikan

A?IRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) akan menuntaskan kawasan kumuh. Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Lobar menjalankan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Targetnya menuntaskan kawasan kumuh di Lombok Barat menjadi nol persen pada 2019.

Program Kotaku merupakan upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) dan Direktorat Jendral Cipta Karya. Kedua instansi itu meningkatkan peran masyarakat dan peran pemerintah daerah dalam percepatan penanganan kawasan kumuh.

Berdasarkan SK Bupati Lobar, luas daerah kumuh mencapai 221,42 Hektare yang tersebar di delapan kecamatan dan 23 desa. Saat ini, program Kotaku akan menuntaskan kawasan kumuh di Kecamatan Kediri dan Labuapi seluas 64.48 Hektare.

Kabid Cipta Karya Dinas PU Lobar Ahad Legiarto mengatakan, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk menuntaskan program ini. Terkait dengan itu, pihaknya menggelar sosialisasi dan workshop tentang Kota Tanpa Kumuh.

“Melalui workshop itulah kami berharap peran serta masyarakat untuk mendukung program tersebut,” kata Ahad kepada wartawan, kemarin (28/9).

Sosialisasi dan workshop berlangsung di Hotel Bintang Senggigi dengan melibatkan perwakilan sejumlah dinas terkait, kepala desa, dan camat. Kegiatan itu juga dihadiri anggota Komisi III DPRD Lobar Maryadi dan Pemimpin Bank NTB Cabang Gerung.

Dalam kesempatan itu, Ahad memaparkan capaian program penanganan kawasan kumuh perkotaan. Dana program tersebut bersumber dari bantuan langsung masyarakat senilai Rp 4 miliar lebih. Program P2KKP meliputi 22 desa. Masing-masing tersebar di Kecamatan Labuapi 12 desa dan 10 desa di Kecamatan Kediri.

Ahad mengklaim, sejauh ini pihaknya bersama SKPD terkait berhasil mengentaskan 5,28 persen kawasan kumuh. Dengan begitu, dia optimistis program Kotaku akan sukses dengan dukungan semua pihak.

“Kolaborasi semua pihak akan berdampak maksimal sehingga target nol persen kawasan kumuh 2019 bisa tercapai,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPRD Lobar Maryadi menegaskan pada dasarnya dukungan legislatif sudah dilakukan melalui program aspirasi. Bahkan sejumlah program aspirasi dewan dijalankan oleh Dinas PU.

Dalam kesempatan itu, Maryadi dan sejumlah peserta workshop membubuhkan tanda tangan sebagai komitmen mendukung program tersebut. Dia yakin kedepannya legislatif akan mendukung program yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

“Komitmen kami kan sudah jelas, bahkan sebelumnya kami sudah menjalankan program aspirasi,” papar Maryadi.

Terpisah, Pemimpin Bank NTB Cabang Gerung Masusung, sangat antusias dengan program tersebut. Hanya saja, dia mengaku terkendala E-KTP untuk mendukung sejumlah program pemerintah.

Bank NTB melalui CSR serta program lainnya sudah berupaya maksimal menggerakkan perekonomian rakyat dalam rangka pengentasan kemiskinan. Bahkan, kata Masusung, Bank NTB juga sudah menjalankan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Lobar.

“Tapi saat ini salah satu kendalanya adalah E-KTP, karena itu sangat penting untuk menyalurkan kredit,” papar dia. (tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka