Ketik disini

Politika

Ali Ahmad: Itu yang Diinginkan Rakyat!

Bagikan

MATARAMA�– Besarnya anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di NTB yang menyedot setengah triliun dinilai dewan wajar. Pasalnya, anggaran digunakan untuk pemilihan gubernur dan kepala daerah di tiga kabupaten/kota.

a�?Saya kira wajar kalau besar, beda dengan dulu anggarannya terpisah karena tidak serentak,a�? kata Ketua Komisi I H. Ali Ahmad, kemarin (29/9).

Menurutnya, konsekuensi pelaksanaan pilkada serentak adalah memakan biaya sangat besar. Jika dibandingkan dengan wilayah lain yang lebih luas dari NTB, anggaran pilkada di NTB masih relatif kecil.

a�?Masih lebih kecil (NTB) ketimbang provinsi lain,a�? ujarnya.

Menurutnya, sangat rasional jika Komisi pemilihan Umum (KPU) NTB, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB, hingga kepolisian mengajukan anggaran pilkada lebih besar dari sebelumnya.

a�?Kita harus terima. Pengajuan mereka sesuai standar, itu juga yang diinginkan rakyat,a�? terang Ali.

Meski diakui, realistis tidaknya anggaran tersebut perlu dicermati lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya. Dipastikan dewan juga akan duduk satu meja bersama KPU, Bawaslu, kepolisian, dan pemda saat membahas anggaran tersebut.

a�?Jika dinilai terlalu besar dilakukan sharing anggaran,a�? ujarnya.

Melihat anggaran yang dinilai besar ini, Ali mengusulkan adanya saving anggaran pilkada untuk kedepannya. Apalagi tiap periode pilkada, anggarannya kian meningkat. Sehingga agar tidak terasa berat, pemda sebaiknya menyicil anggaran tersebut.

Ini sangat mungkin dilakukan. Pasalnya daerah lain seperti Jawa Barat pernah melakukan saving anggaran. a�?Sudah dipraktikkan di daerah lain. NTB bisa lakukan juga,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka