Ketik disini

Metropolis

Atlet Diapresiasi, KONI Dievaluasi

Bagikan

MATARAM – Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin memberi apresiasi atas seluruh kerja keras para atlet NTB di PON Jawa Barat. Namun, terkait target 15 medali emas (LIBAS) yang tak tercapai, Wagub menyerahkan seluruh mekanisme evaluasi di internal KONI NTB. Pemerintah provinsi kata dia tak akan ikut campur.

Andaipun mekanisme internal di KONI menganggap Ketua KONI NTB Andy Hadianto harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban gagalnya target LIBAS, maka Wagub menegaskan dirinya tak ada masalah dengan hal tersebut. a�?Saya tak pernah ikut campur urusan itu,a�? kata Wagub pada wartawan di ruang kerjanya, kemarin(29/9).

Yang jelas, setelah gagal meraih target di PON Jabar, kinerja KONI kata Wagub memang harus dievaluasi. Soal Ketua KONI harus mundur, apalagi jika itu didasarkan keinginan sendiri, Wagub pun menyilakannya.

Karena target LIBAS tak tercapai, wajar kata Wagub kalau kemudian kini muncul penilaian bahwa KONI telah gagal. Namun, dari persepektif lain, PON Jabar juga kata dia patut disyukuri dan tak gagal.

Salah satunya misalnya dari jumlah penambahan perolehan medali perak dan perunggu. Jika pada PON 2012 NTB meraih lima medali perak dan delapan medali perunggu, maka pada PON Jabar diraih 10 medali perak dan 18 medali perunggu. a�?Itu kita syukuri,a�? kata pria asal Sumbawa yang kini Ketua DPD Partai Nasdem NTB ini.

Seluruh atlet pun telah berjuang maksimal. Terlepas dari hasil perolehan medali, di mata Wagub, seluruh atlet telah memberikan kemampuan terbaik mereka. Dan mereka seluruhnya adalah kebanggaan NTB. Tak diragukan lagi.

A�Mundur Tak PerluA�A�A�A�A�

Sementara itu, Ketua DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda mengaku cukup prihatin dengan kegagalan NTB meraih target LIBAS di PON Jabar. Apalagi posisi NTB juga melorot dari posisi 12 pada PON 2012 ke ranking 14 di PON Jabar. Padahal anggaran yang dihabiskan untuk persiapan dalam tiga tahun terakhir Rp 32,5 miliar (bukan Rp 33 miliar) di luar bonus para atlet.

Namun, Isvie dia tak setuju jika karena hal tersebut Ketua KONI NTB harus meletakkan jabatan. a�?Saya kira tidak sampai sejauh itu,a�? kata Isvie pada Lombok Post.

Khusus pada atlet yang memperoleh medali, Isvie menyampaikan apresiasi dan kebanggannya. Medali yang diperoleh NTB, adalah juga cerminan kerja keras para atlet tersebut. a�?Kalau evaluasi KONI, tentu harus. Tapi tidak setuju kalau karena hal ini Ketua KONI harus langsung diganti,a�? kata Isvie.

Sekretaris Daerah NTB H Rosiady Sayuti juga menimpali hal yang sama. Evaluasi kinerja KONI NTB dalam hal pembinaan adalah hal mutlak dan mesti dilakukan selepas pagelaran PON Jabar. a�?Evaluasi harus. Karena ini untuk kepentingan NTB di masa datang,a�? kata Rosiady.

Yang jadi masalah tentu adalah sejumlah olahraga yang tadinya ditargetkan meraih medali, namun akhirnya tak mampu memenuhi target. Sementara di sisi lain, ada cabang olahraga yang tidak ditargetkan apapun, tapi malah mampu meraih medali, bahkan meraih medali emas. “Intinya kita harus lebih belajar dari yang sekarang,” katanya.

Tak lupa, Rosiady menyampaikan rasa bangga kepada seluruh atlet NTB yang berlaga di PON.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB H MNS Kasdiono meminta Ketua KONI NTB Andy Hadianto tidak meletakkan jabatan. Andai pun Andy kata Kasdiono pernah melontarkan pernyataan siap mundur di media kalau target LIBAS tak tercapai, Kasdiono menyarankan Andy mencabut pernyataanya itu.

a�?Pak Andy tak perlu mundur. Pekerjaan berat KONI masih banyak ke depan. Contohnya ada PON Remaja di Jawa Tengah,a�? kata Kasdiono saat ditemui Lombok Post, kemarin (29/9).

Tapi andai memang Andy tetap ingin mundur, Kasdiono mengingatkannya agar proses itu harus melalui prosedur berdasarkan aturan di KONI. Hal itu harus dilakukan agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

A�Belum Kepikiran

Terkait hal ini, Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengaku saat ini belum memikirkan apapun terkait langkah pengunduran diri. Pikirannya hanya soal evaluasi setelah PON Jabar usai.

a�?Saya masih di Bandung ini. Belum sampai kesana (pengunduran diri) pikiran saya,a�? kata Andy saat dihubungi Lombok Post melalui sambungan telepon, kemarin.

Andy sendiri merasa tak pernah mengumbar pernyataan di media kalau dirinya akan mundur andai LIBAS gagal diraih. a�?Tak pernah perasaan saya mengucapkan itu,a�? katanya.

Untuk pengunduran lanjut dia, diri bisa saja dilakukan. Namun, fokusnya saat ini adalah menggelar evaluasi terlebih dahulu. a�?Nantilah setelah evaluasi baru bisa menentukan langkah,a�? terang dia.

Saat ini masih banyak yang akan diurus. Di antaranya, evaluasi, menjalankan program, dan berbagai kegiatan lain. a�?Kita masih sibuk dengan program,a�? ungkapnya.

Tanggung jawab harus diselesaikan terlebih dahulu. Baru bisa melakukan tindakan yang lain. a�?Kita ini gentelmen. Harus mempertanggungjawabkan semuanya,a�? tegasnya. (nur/ili/arl/r8)

Komentar

Komentar

Tags:
Sebelumnya

Anda mungkin juga suka