Ketik disini

Praya

Banyak Orang Kaya di Loteng, Ngaku Miskin

Bagikan

PRAYAA�– Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri mengaku, cukup sulit dan pelik menjalankan program penurunan angka kemiskinan di Lombok Tengah (Loteng) ini. Alasannya, karena masih banyaknya warga yang tergolong kaya namun mengaku miskin.

a�?Tujuannya hanya satu, biar dapat bantuan sosial dari pemerintah. Itu saja,a�? kata Pathul, saat membuka acara bintek dan supervisi pengolahan komoditas unggulan berbasis inovasi teknologi perikanan, kemarin (29/9) di salah satu hotel ternama di Praya.

Potret semacam itu, diakui Pathul cukup ironis, sehingga harus carikan jalan keluar terbaik secepatnya, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena yang dirugikan adalah, warga miskin dan pemerintah. Di satu sisi, pemerintah menggelontorkan bantuan sosial besar-besaran. Di sisi lain, kemiskinan tidak pernah turun-turun.

Itu terjadi, kata Pathul karena bantuan sosial yang dimaksud, tidak tepat sasaran. Parahnya lagi, ada indikasi manipulasi data kemiskinan di tingkat desa.

Dihadapan Kepala Bappeda Loteng Lalu Satria Atmawinata dan Kasubag Keuangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Neavil Pahlevi. Pathul mengatakan, di APBD murni tahun 2017 mendatang, Pemkab sepakat akan membuat stiker khusus yang akan ditempel, di masing-masing rumah warga di seluruh Loteng.

Stiker itu, terangnya sebagai penanda warga kaya dan miskin. Mereka yang tergolong miskin, akan ditempel stiker. Begitu pula sebaliknya. a�?Kalau masih ada saja orang kaya, yang mengaku miskin. Silahkan saja, kami siap menempelkan stiker di rumahnya,a�? sindir Pathul.

Ia menambahkan, angka kemiskinan di Loteng sendiri saat ini, mencapai 16.02 persen. Untuk menurunkan dua persen saja, membutuhkan waktu bertahun-tahun. Untuk itulah, pihaknya berharap melalui berbagai bantuan sosial yang sesuai sasaran, paling tidak bisa mempersingkat.

a�?Alhamdulillah, kali ini Kementerian Desa dan PDT menurunkan bantuan alat kincir air dan pakan ikan kepada dua kelompok perikanan,a�? katanya.

Alat itu pun, harap Pathul paling tidak dapat meningkatkan pendapatan para peternak ikan, sehingga lebih sejahtera. a�?Tapi, jangan dijual atau disalahgunakan. Tolong manfaatkan sebaik-baik mungkin,a�? sambung Kepala Bappeda Loteng, Lalu Satria Atmawinata.

Ia meminta, agar mereka yang mendapatkan bantuan tersebut, lebih berinovasi lagi. Dengan cara, meningkatkan jumlah usaha dan nilai usaha. Dengan begitu, bisa membeli alat yang sama sendiri, tanpa mengharapkan bantuan pemerintah. a�?Ini yang saya sebut sebagai usaha kemandirian,a�? ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Keuangan Kementerian Desa dan PDT Neavil Pahlevi menambahkan, total bantuan yang digelontorkan di Loteng masing-masing sebanyak delapan unit kincir air dan delapan unit alat pakan ikan. Kalau diuangkan sebesar Rp 200 juta lebih.

a�?Di Indonesia, bantuan perikanan ini ada lima kabupaten/kota yang mendapatkannya. Salah satunya di Loteng. Begitu pula bantuan pertanian, ada lima kabupaten/kota juga,a�? katanya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys