Ketik disini

Praya

DPT Pilkades Loteng Amburadul

Bagikan

PRAYA – Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjadi “biang” persoalan dalam pelaksanaan Pilkades serentak  di Lombok Tengah (Loteng) tahun ini. Pasalnya banyak warga tak bisa menggunakan hak pilihnya karena tak tercantum dalam DPT. Seperti yang terjadi di Desa Ranggagata, Praya Barat Daya.

“Ada 50 warga kami yang terpaksa tidak bisa memberikan hak suaranya, pada Pilkades kali ini,” kata pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa (kades) Ranggagata Muhammad Alwi, kemarin (29/9).

Persoalan itu terjadi, kata Alwi bukan semata-mata kesalahan dari pemerintah desa melainkan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) selaku panitia. Mereka, diduga  asal main coret DPT. Padahal, yang lebih tahu dengan jumlah DPT tersebut adalah, pemerintah ditingkat akar rumput.

“Saat kami kirim ke daerah, datanya lengkap. Begitu turun, kami kaget ada pengurangan jumlah DPT. Kalau sudah seperti ini, mau bagaimana lagi,” keluhnya.

Di Desa Ranggagata sendiri, kata Alwi jumlah DPT-nya sebanyak 4.014 orang.         Mereka yang tidak masuk DPT, lanjutnya sudah diberikan pengertian dan pemahaman, agar tidak mempersoalkannya ke desa. Melainkan, ke kabupaten.

“Padahal pada Pileg dan Pilbup, mereka itu ikut memberikan hak suaranya masing-masing. Tapi, di Pilkades, malah tidak bisa,” sesal Alwi.

Senada dikatakan Sekdes Ranggagata Ismulyadi. Menurutnya, kendati ada persoalan DPT namun secara umum Pilkades berjalan lancar. “Alhamdulillah, sejauh ini Pilkades di Ranggagata berjalan lancar dan aman,” katanya, terpisah.

Pantaun Lombok Post, warga Desa Ranggagata pun cukup antusias mendatangi TPS. Salah satunya, di TPS I yang mengakomodir pemilih di dua dusun sekaligus, yaitu Dusun Dise Ranggagata dan Dusun Montong. Camat Praya Barat Daya Kamarudin pun, ikut turun memantau.

Bedanya dengan Pilkades di desa-desa lain yaitu, pola pengamanannya saja. Di Desa Ranggagata, jumlah personel kepolisian, TNI dan Satpol PP lebih banyak. Penjagaannya pun dikonsentrasikan di kantor desa. Sisanya, pengamanan di masing-masing TPS. Begitu pula, di Desa Puyung, Jonggat.

“Kami berharap, jangan ada lagi penyegelan ruang panitia lagi. Karena, kami merasa sudah bekerja secara maksimal dan profesional,” sambung anggota panitia penyelenggara Pilkades Desa Ranggagata Hairil Maki.

Penyegelan ruang kerjanya itu sendiri, beber Maki dilakukan warga selama dua kali berturut-turut. Begitu segel dibuka, warga kembali melakukan penyegelan. Hingga ditemukan jalan keluar terbaik, untuk melaksanakan prosedur perbaikan syarat administrasi calon, sesuai ketentuan Perda 1 Tahun 2016.

“Kami juga, sudah meminta para calon menandatangani berita acara siap kalah dan menang. Tidak boleh ada yang protes atau membuat masalah,” kata Maki.

Sementara itu, Sekda Nursiah membenarkan runyamnya pelaksanaan Pilkades tahun ini. Khususnya, menyangkut DPT. “Ini menjadi pelajaran kedepannya, agar memperhatikan pola pendataan DPT,” katanya, usai memantau Pilkades di Desa Puyung dan Ranggagata, singkat.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka