Ketik disini

Pendidikan

Hamil Besar Tetap Sekolah

Bagikan

Setiap orang memiliki hak mengenyam pendidikan tanpa harus memandang bulu. Apapun keadaannya memiliki kesempatan menyelesaikan wajar 12 tahun. Asalkan, saat masuk, usia maksimal 21 tahun. Ada cerita perjuangan siswa baru di SMA Terbuka Narmada.

***

SENIN pagi (26/9) cuaca cukup cerah. Sekitar pukul 09.30 Wita siswa SMA Terbuka Narmada melaksanakan Masa Orientasi Pengenalan Peserta Didik Baru (MOPDB) di Asrama Haji Lombok Barat berhamburan keluar. Waktu itu jam istirahat. Ada dua siswi yang terlihat aneh. Pakaian seragamnya terlihat mengembang. Keluar dari ruangan dua siswi cukup hati-hati. Langkah kakinya terlihat agak berat. Rupanya dua siswi ini tengah hamil. Usia kandungannya sudah delapan bulan. Dengan ekstra hati-hati ia mendatangi aula.

Sekadar diketahui, SMA Terbuka Narmada menyasar siapa pun yang putus sekolah karenaA�kendala biaya, bekerja setelah lulus SMP, atau yang berdomisili di daerah terpencil dan tertinggal. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), telah memperkenalkan SMA terbuka, khususA�bagi siswa kurang mampu dan berdomisili di daerah tertinggal. Sekolah terbuka ini merupakan bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri. Tetapi merupakan bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri. Dengan sasaran utama yakni lulusan SMP sederajat karena hambatan geografis, sosial, ekonomi dan keterbatasan waktu.

SMA Terbuka jarak jauh membuka kesempatan bagi siswa-siswi berusia 16-21 tahun untuk bersekolah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Melalui layanan bimbingan belajar mandiri secara online, yang disebut model dominan online atau dominan menggunakan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Proporsi bimbingan belajar online 80 persen dan bimbingan tatap muka 20 persen. Kegiatan bimbingan belajar online dilaksanakan di tempat tinggal masing-masing siswa.

Herma Yulianti siswi yang hamil, dalam perbincangan mengaku tidak bisa mengingkari jodoh. Ia sudah menikah sebelum masuk SMA Terbuka.

a�?Kita harus mensyukuri semua ini mas,a�? kata Herma sapaan akrabnya.

Herma memiliki harapan cukup besar melanjutkan pendidikan sampai sarjana. Kemauan ini tentunya bisa diraih Herma dengan menyelesaikan sekolah menengah atasnya di SMA Terbuka Narmada.

a�?Waktu kelas XI saya nikah. Itu pun saya tidak tahu kalau saya akan menikah,a�? cetus siswi asal Kramat Jaya Narmada Lobar ini.

Sekarang ini, lanjutnya, ia mengandung anak kedua. 2013 silam ia sempat hamil anak pertama dan melahirkan pada 2014. Namun musibah menimpa, anak dilahirkan meninggal.

a�?Mudah-mudahan persalinan anak kedua ini lancar,a�? harap Herma.

Melanjutkan sekolah menjadi impian alumni SMPN 1 Narmada Lobar ini. Pada 2015 lalu ia sudah kepincut bisa sekolah di SMA Terbuka. Namun pendaftarannya sudah ditutup.

a�?Ya, sekarang jadinya bisa melanjutkan,a�? ucapnya.

Melanjutkan ke jenjang SMA Terbuka buka hanya sekadar untuk memiliki ijazah. Namun ia ingin melanjutkan ke perguruan tinggi (PT). Lulus SMA Terbuka ia berencana bisa melanjutkan kuliah. Kondisi hamil bukan menjadi alasan buat dirinya untuk tidak bersekolah. Namun ia memiliki cita-cita yang cukup besar agar terus mengenyam pendidikan.

Herma tidak malu bersekolah dengan kondisi Hamil. Kondisi ini menurutnya hal yang wajar. Karena setiap perempuan pasti hamil. Hanya saja, waktunya belum datang. Kepercayaan dirinya menuntut ilmu juga datang dari sang suami. Suami terus memberikan dukungan dan motivasi agar dirinya bisa melanjutkan sekolah.

a�?Dukungan suami ini yang membuat saya lebih PD,a�? ujarnya.

Beda halnya dengan Rosi Susanti. Alumni SMP Terbuka 10 Mataram ini memang sudah berjanji menikah dengan sang pacar yang sekarang menjadi suaminya. Pendidikan di SMP terbuka terus dilanjutkan. Bahkan tahun ini ia kembali masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Yakni SMA Terbuka Narmada. Sebagai anak, Rosi sapaan akrabnya ingin membantu suami dalam perekonomian. Ia ingin seperti kakak-kakanya menjadi guru.

a�?Kalau ada rizki nanti saya akan kuliah,a�? ujarnya. (Ali Rojai /bersambung)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka