Ketik disini

Selong

Kades Gondrong Pengelola Perpustakaan Juara Indonesia

Bagikan

Desa Sakra kini semakin dikenal. Selain prestasinya meraih juara Perpustakaan Desa terbaik se-Indonesia, juga karena jajanan khas Temerodok asal Desa ini. Lantas, siapa yang berperan atas kemajuan Desa Sakra A�

***

KADES yang satu ini secara kasat mata sudah terlihat berbeda dari yang lainnya. Namnya Lalu Anugerah Bayu Adi. A�Mulai dari penampilan, ia memiliki ciri khas tersendiri. Rambut gondrong, tubuh kekar dan pakaian yang simpel adalah kesehariannya. Ia tidak mau terlihat kaku menggunakan pakaian resmi seperti Kades-kades kebanyakan. Bahkan, ia sangat jarang menggunakan baju dinas Kepala Desa. Ia menggunakan pakaian lengkap dinas Kades hanya bisa di lihat dari foto pelantikan yang terpajang di rumahnya.

a�?Mungkin pas itu aja saya pakai baju resmi. Itu juga rambut masih belum gondrong,a�? celetuknya tersenyum membuka pembicaraan hangat dengan koran ini.

Dalam setiap kesempatan resmi berkumpul dengan para Kades, ia juga kerap menjadi sorotan dengan gaya khasnya ini. Bahkan, Bupati Lotrim Ali BD sering guyon melihat style-nya ini dalam pertemuan para kades dengan Bupati.

A�a�?Jangan ditiru kades yang gondrong itu ya, dia itu Kades miskin makanya nggak pernah pakai baju dinas. Dia nggak punya uang buat beli baju dinas makanya pakaiannya selalu biasa saja,a�? ujarnya menirukan gaya bicara Bupati sambil tertawa lebar.

Dibalik penampilannya yang sederhana ini, Kades Sakra ternyata menyimpan segudang prestasi. Yang paling beken, tentu saja saja prestasi menjuarai Lomba Perpustakaan Desa Program PerpuSeru belum lama ini. Berkat kesungguhan dan tekadnya mengelola Perpustakaan Desa, Perpusdes Sakra kini bukan hanya sekadar pajangan untuk keperluan lomba. Perpustakaan ini benar-benar bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakatnya.

a�?Di sana anak bisa baca, pelajar dan mahasiswa juga bisa belajar, dan pedagang maupun petani bisa belajar internet. Lihat saja sore-sore, banyak warga yang menggunakan sarung dan kain datang ke Perpustakaan menggunakan internet,a�? tuturnya.

Ia melihat selama ini Perpustakaan kerap menjadi gudang buku yang enggan diakses masyarakat. Oleh karenanya, melalui program PerpuSeru ini, ia ingin kesan perpustakaan tersebut bisa berubah.

a�?Saya kasih tiga lokasi untuk perpustakaan ini. Mulai dari ruang administrasi, area trerbuka untuk buku dan satu untuk internet. Saya juga minta layoutnya ada di depan kantor. Selain itu kami juga sediakan fasilitas wifi agar masyarakat senang datang ke Perpustakaan,a�? jelasnya.

Kehadiran Perpustakaan ini ternyata memberi dampak luar biasa bagi desa. Remaja dan pemuda yang tak memiliki aktivitas datang ke Perpustakaan menghabiskan waktu mereka.

a�?Yang paling saya senang sekarang adalah warga dan pemuda desa bisa tenteram dan damai. Nggak suka ribut lagi kayak dulu. Itu juga yang membuat saya termotivasi jadi Kades. Ingin melihat desa saya ini tenteram dan punya nama baik serta bermartabat,a�? ungkap pria tiga anak ini.

Meski tampilannya sederhana, jangan coba-coba mengusiknya. Pasalnya Kades yang satu ini mahir ragam beladiri. Mulai dari Karate, Tarung Derajat (Boxer) hingga pencak silat. a�?Dulu saya ngajar karate di beberapa sekolah. Tapi karena aktivitas yang padat jadi Kades makanya berhenti,a�? bebernya.

Kemampuan bela dirinya ini membuatnya pernah juga dipercaya menjadi pengawal pribadi mantan Gubernur NTB HL Serinata.

Untuk diketahui, selain terkenal atas prestasinya mendapatkan juara I peprpustkaan desa terbaik Indonesioa Desa, Sakra juga terkenal dengan Jajajanan khasnya yakni Temerodok. Temerodok ini merupakan salah satu produk unggulan NTB bersama kerajinan mutiara Sekarbela dan kerajinan Cukli Sayang-sayang. Warga yang memproduksi Temerodok ini kini ia bina bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi hingga menjadi salah satu ikon Desa Sakra. (Hamdani Wathony/Selong/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka