Ketik disini

Metropolis

Kumuh dan Menjijikkan

Bagikan

MATARAM – Ragam masalah ada di pasar-pasar tradisional di Mataram. Mulai dari kondisi pasar yang kumuh karena penataan yang tak baik, kotor dan menjijikkan karena aneka sampah, hingga masalah iuran pedagang yang selalu dikeluhkan karena indikasi diselewengkan menjadi gambaran masalah yang ada.

”Karena itu, perlu ada pihak khusus yang mengurusi pasar ini,” kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Memperbaiki masalah-masalah itu, ia menilai pemerintah dalam hal ini Dinas Koperindag tak akan sanggup. Wacana pembentukan BUMD Pasar Kota Mataram menurutnya menjadi hal yang patut diseriusi. ”Masih wacana, tapi saya pikir ini bisa jadi solusi,” katanya berkeyakinan.

Dalam bayangannya, BUMD itu akan mengurusi segala masalah terkait pasar. Mulai dari mengurusi kebersihan pasar, penataan lokasi berjualan, hingga memunguti iuran pedagang. Bahkan urusan rehab pasar juga bisa saja diberikan pada BUMD itu.

Dengan pola kerja yang profesional, BUMD diyakini akan lebih baik dalam menarik retribusi dan mengatur pasar secara keseluruhan. ”Karenanya butuh kemauan semua pihak, termasuk dukungan dewan,” ujarnya.

”Pungutan sekarang, banyak dipermainkan, ada kebocoran,” katanya menjelaskan salah satu masalah yang sulit ditangani.

Sedangkan terkait rehab, pemerintah selalu terkendala masalah anggaran. Tahun ini saja, hanya ada satu rehab besar yang dilakukan pada Pasar Perumnas. Selebihnya hanya perbaikan kecil dan penataan saja seperti di Pasar Pagesangan, Pagutan, dan Sayang-sayang.

Menurut Kadis Koperindag Kota Mataram H Wartan, hal itu karena seretnya kucuran anggaran. Semua perbaikan yang dilakukan bergantung sepenuhnya pada alokasi pemerintah. Itu membuat 18 pasar yang ada harus mengantre satu demi satu untuk diperbaiki.

”Kemampuan kita untuk perbaikan besar tahun ini hanya satu,” jawabnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka