Ketik disini

Headline Metropolis

NTB Gagal Capai Target

Bagikan

MATARAMA�– Perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) Provinsi NTB gagal mencapai target perekaman. Hal ini disebabkan masih banyaknya penduduk wajib KTP belum melakukan perekaman. Data Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB pada bulan Agustus menunjukkan, dari 3.826.772 warga yang wajib memiliki KTP, yang sudah melakukan perekaman sebanyak 2.996.149A� orang atau 78,29 persen. Sementara jumlah e-KTP yang sudah dicetak baru 2.886.983 kartu.

A�Artinya dengan sisa waktu sehari, sudah tidak mungkin mengejar target 100 persen pada bulan September 2016. Sebab masih ada sisa 830.623 atau 21,71 persen warga yang belum melakukan perekaman. Pemprov NTB saat ini sedang mengupayakan agar bisa mencapai target dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut.

a�?Dengan sisa waktu dua hari ini tidak bisa kita capai target,a�? kata Kepala Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil, Disosdukcapil NTB Lalu Sumantri, Kamis (29/9).

Menurutnya, kondisi ini disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya identitas kependudukan. Warga baru merasa KTP penting bila sedang kepepet membutuhkan, di saat itu baru mereka terburu-buru mengurusnya. Peluang ini akhirnya dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab dengan melakukan pungutan liar e-KTP. Padahal pembuatan KTP selama digratiskan.

a�?Makanya pembuatan KTP ini tidak boleh diwakilkan, harus orangnya sendiri datang langsung,a�? tegasnya.

Selain itu, kurangnya fasilitas dan jangkauan pelayanan e-KTP membuat banyak warga di pelosok sulit mengakses pelayanan. Untuk sampai di kantor camat dan kantor catatan sipil setempat warga harus menempuh perjalanan jauh, terutama di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Untuk itu, beberapa pemerintah kabupaten sudah menggunakan mobil keliling, tetapi belum cukup untuk menjangkau semua wilayah. Mobilnya juga masih manual, tidak bisa mencetak e-KTP langsung seperti SIM. Untuk itu, tahun depan Pemprov NTB mengusulkan agar ada penambahan fasilitas pelayanan e-KTP keliling.

a�?Alat ini perlu diadakan untuk menjangkau semua wilayah,a�? katanya.

Ia menyebutkan, saat ini daerah yang paling banyak warganya belum direkam adalah Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat, selain karena wilayahnya luas jumlah penduduknya juga cukup banyak sehingga angka persentasenya juga tinggi.

Dengan tidak mencapai target,

SumantriA� mengatakan pihak Kemendagri tidak akan memberikan sanksi. Tetapi bagi warga yang belum memiliki e-KTP mereka akan kesulitan mendapat pelayanan, sebab sejak Desember 2015 sebenarnya KTP manual sudah tidak berlaku. Untuk mengurus segala macam keperluan semua instansi mensyaratkan e-KTP. Bagi warga yang membutuhkan pelayanan dasar dan mendesak, tapi hanya memiliki KTP manual pemerintah tetap akan melayani. Tapi warga akan kesulitan untuk mengurus yang lain.

Sumantri menargetkan, akhir Desember 2016 semua warga wajib KTP sudah terekam dalam sistem e-KTP. Untuk itu, semua pemerintah desa diharapkan proaktif menginformasikan kepada warganya untuk membuat e-KTP.

a�?Kalau ada KTP yang rusak bisa meminta pencetakan ulang di dinas dukcapil kabupaten,a�? sarannya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys