Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Pelni Cabang Ampenan Inovasi Pelayanan

Bagikan

MATARAM – Menurunnya penghasilan, membuat PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ampenan NTB harus lebih keras bekerja. Tidak hanya meningkatkan pelayanan terhadap penumpang, Pelni juga dituntut berinovasi dalam menggaet penumpang.

a�?Salah satunya yang bisa kita lakukan adalah dengan membuka paket perjalanan wisata,a�? kata Branch Manager Pelni Cabang Ampenan Purbo Sunarso.

Program ini tidak hanya untuk menggaet penumpang, tapi juga sebagai salah satu upaya mendukung pariwisata NTB. Apalagi Pelni bisa memberikan harga yang menarik, sehingga membuat banyak wisatawan akan datang ke NTB.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada, Pelni berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan dan instansi terkait. Pelni juga memprogramkan optimalisasi kapasitas ruang dan muat barang serta penumpang.

Termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan optimalisasi ketepatan waktu kapal. Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan kinerja perusahaan bisa bangkit pada tahun 2016.

a�?Kinerja laba hingga triwulan I/2016 mencapai Rp5,9 juta. Kami optimis tahun ini bisa meraih laba,a�? katanya.

Pihaknya mencatat laba terus mengalami penurunan empat tahun terakhir karena berkembangnya persaingan bisnis moda transportasi laut. Sejak tahun 2012 hingga 2015 laba diperoleh terus mengalami penurunan.

Laba pada tahun 2012 mencapai Rp422,44 juta. Nilai tersebut menurun pada tahun 2013 sebesar Rp81,5 juta, kemudian turun lagi pada tahun berikutnya Rp44,13 juta. Sedangkan kinerja laba pada tahun 2015 mengalami kerugian sebesar Rp70,43 juta karena biaya lebih besar dari penghasilan.

Permasalahan operasional yang dihadapi letak geografis yang diapit dua cabang, yaitu Cabang Pelni Benoa (Bali), dan Cabang Pelni Bima, di Pulau Sumbawa. Hal itu menyebabkan Pelni Cabang Ampenan kalah saing dalam penjualan tiket.

Permasalahan lainnya ada kompetitor sejenis, seperti kapal ferry melayani penyeberangan dari Pelabuhan Lembar yang full 24 jam. Selain itu kompetitor tidak sejenis seperti pesawat udara melalui BIL dengan penerbangan domestik hampir semua tujuan sudah ada.

a�?Bahkan ada juga dengan penerbangan internasional tujuan Singapura dan Malaysia,a�? jelasnya.

Pelni Cabang Ampenan juga dihadapkan pada masalah pembelian tiket pada hari keberangkatan. Sehingga masyarakat sering tidak mendapatkan tiket karena aplikasi tiket menggunakan sistem online. Ia melihat pembelian tiket pada hari keberangkatan sepertinya menjadi budaya masyarakat Lombok.

a�?Ada juga masalah jaringan pada aplikasi tiket online sering ada gangguan dan lambat,a�? jelasnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka