Ketik disini

Metropolis

Penjual Tak Kalah Cerdik, Buat Kongsi Raup Keuntungan

Bagikan

Selain pembeli yang memiliki seribu satu cara untuk mendapat harga miring, penjual tentunya memiliki triknya sendiri. Demi keuntungan berlipat, strategi kongsi laiknya koalisi partai politik diterapkan.

***

KERINGATA� Amaq Haerul mulai bercucuran. Ia tampak sudah kepayahan. Maklum, sejak tengah hari berdiri dalam kerumunan manusia. Tak banyak tawaran pada dua sapi yang dibawanya. Beberapa langsung pergi setelah menawar dengan harga rendah. Beberapa lain hanya melihat dari kejauhan.

Padahal, ia berkeyakinan sapi yang dibawanya itu sangat berkualitas. Rp 13 juta adalah harga yang diinginkan untuk masing-masing Sapi Bali itu.

Berjam-jam menanti tanpa kejelasan, ia pun sadar tengah menjadi incaran sejumlah calon pembeli. Pengalamannya menunjukkan sepinya peminat yang datang bukan karena tak ada yang menaruh perhatian, tapi justru sebaliknya. Sapinya sebenarnya sangat diminati, tapi justru sengaja ia tak didekati agar harganya turun.

Bosan berdiri saja memegang tali kekang sapi, ia lantas mulai bergerak ke dalam kerumunan yang lebih padat. Di sana, ia lantas menawarkan sapinya pada pedagang lain. Dengan cepat satu sapi miliknya laku, harganya Rp 11,7 juta. Lebih rendah ketimbang harga yang diinginkan, namun menurutnya masih cukup untung. a�?Harga itu masih bagus,a�? katanya.

Sisa satu sapi yang harus dijualnya sore itu. Dengan lantang ia kemudian berteriak. Menarik perhatian dengan mengatakan menjual dengan harga murah. Tak butuh waktu lama, seorang calon peminat mendatanginya.

Berturut-turut peminat lain kemudian sudah mengelilinginya dan sapi yang hendak dijual. Ketika ada yang membuka harga tawar Rp 10,5 juta, ia menolak. Hukum pasar mulai bermain, ketika peminat jauh lebih banyak, dialah yang berada di atas angin.

Walaupun canggung, beberapa mulai menaikkan tawaran. Setelah diskusi alot, harga Rp 12,5 juta akhirnya disepakati. Seorang pembeli asal Labuapi bersedia menebus sapi itu.

Kini, dua sapi sudah ludes terjual. Dia lantas bisa bersantai di salah satu sudut pasar. Namun mata ayah lima anak ini masih tertuju pada satu titik. Ia fokus ke tengah, tempat sapi pertamanya ditawarkan. Lantaran menjual pada pedagang lain, jelas sapi itu kembali dijajakkan.

Dalam transaski kedua, si pedagang jelas mengharap untung. Benar saja, sapi itu akhirnya laku lebih mahal dari harga awal yang hanya Rp 11,7 juta. Kali ini harganya mencapai 13,3 juta.

Tak lama penjual itu mendatanginya. Ia mendapat sejumlah bagian dari hasil penjualan itu. a�?Ini namanya bagi hasil,a�? katanya dengan senyum kemenangan.

Dia lantas menjelaskan kesepakatan tak tertulis dengan sesama dagang. Sejatinya, penjual kedua adalah perpanjangan tangan darinya. Sehingga ia tetap harus mendapat bagian. Namun ia menolak jika transaksi pertama dikatakan hanya akal-akalan saja. Itu benar terjadi, tapi ia masih ada ikatan, jika harganya kembali naik, ada persentase yang diperoleh. a�?Jadi seperti pakai makelar untuk menjualnya,a�? ujarnya.

Sedangkan untuk transaksi sapi terakhirnya yang laku Rp 12,5 juta, ia mengatakan tak semua yang datang adalah pembeli sungguhan. Setiap calon potensial memang lazin didatangi bahkan dikerubungi. Saat itu, langkah seperti hendak menyerobot buruan dilakukan, sehingga penjual ada di atas angin.

a�?Kita saling bantu, ada yang tugas naikkan tawaran, ada yang tugas memuji kelebihan sapi tersebut, ada pula yang hanya mengamati,a�? ujarnya.

Kerja sama antar sesama pedagang dan kelompok yang memang sudah dikenal menurutnya penting. Dengan demikian, harga bisa dipertahankan, dan keuntungan bisa diraih.

Kongsi untuk meraup keuntungan ini laiknya koalisi partai untuk memenangkan satu pasangan dalam pilkada. a�?Kalau tetap tak bisa laku, ya kita tahan, bawa pulang,a�? ujarnya.

Langkah terakhir itu menjadi jurus jitu lainnya. Karena sesungguhnya makin lama sapi dijual, maka harganya akan terus naik setiap harinya. Itu seiring pertumbuhan si sapi yang makin berumur dan tentu semakin gemuk. (WAHYU PRIHADI, Mataram/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys