Ketik disini

Giri Menang

Siap-Siap, Tarif PBB Bakal Naik

Bagikan

GIRI MENANG – Pemkab Lombok Barat (Lobar) akan melakukan sensus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tahun 2017. Sensus PBB dilakukan untuk mendata kembali objek pajak baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengatakan, sensus PBB akan dimulai Februari 2017. Sensus tersebut diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap PAD Lobar.

“Banyak turunannya dari sensus PBB itu seperti pendataan objek baru, terkait perizinan, dan lainnya,” kata Fauzan.

Dikatakan, sensus PBB merupakan pintu masuk untuk pendataan dan penataan objek pajak. Hal itu juga dinilai akan berdampak bagi desa. Terutama jika menyangkut temuan baru dalam penerapan PBB.

Kedepannya, pihaknya berencanaA� menaikkan tarifA� PBB terutama di dusun perluasan dan bukan pada dusun induk. Dia menyontohkan bagaimana tarif PBB saat ini hanya enam ribu rupiah pertahun. Meski begitu, ada juga wajib pajak yang membayar PBB Rp 40 ribu rupiah pertahun.

“Inilah yang akan kita evaluasi untuk menggerakkan kembali para wajib pajak untuk membayar pajak,” ungkap dia.

Sensus PBB ini juga bertujuan menggerakkan para wajib pajak untuk membayar pajak secara online. Terlebih Pemkab Lobar melalui Dinas Pendapatan danA� Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) sudah meluncurkan sistem pajak online tersebut.

Rendahnya tarif PBB dinilai sebagai salah satu persoalan yang membuat wajib pajak malas membayar pajak. Rencana untuk menaikkan tarif PBB itu juga harus didukung semua lapisan masyarakat.

“Bayangkan saja kalau harga enam ribu setahun ini kan salah satu yang membuat masyarakat malas membayar. Nah kalau dinaikkan kan bisa dibayar melalui sistem online,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kadis PPKAD Lobar Hj Lale Prayatni mengungkapkanA� telah menyiapkan sanksi bagi penunggak pajak di Lobar. Sanksi tersebut diatur dalamA� Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 28 tahun 2012 yang mengatur mekanisme pembayaran pajak.

Peraturan tersebut merupakan bentuk sikap tegas Pemkab Lobar seiring upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pihaknya menargetkan realisasi PAD dari pajak mencapai Rp 99 miliar dan hingga saat ini 52 persen sudah terealisasi.

Jumlah wajib pajak di Lobar mencapai 233.371 orang. Jika upaya yang dilakukan PPKAD sukses, maka tidak menutup kemungkinan target Rp 99 miliar tahun 2016 bisa tercapai. Dengan adanya sistem online ini pun diharapkan dapat meminimalisir angka kebocoran. (tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka