Ketik disini

Headline Metropolis

Dua Jempol untuk Pak Gub

Bagikan

MATARAM – Di hari terakhir tax amnesty tahap pertama kemarin, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi tak ingin ketinggalan untuk turut serta.

Hal yang pertama dilakukan selepas kembali dari Inggris untuk menghadiri konferensi internasional UNESCO tentang Geopark, orang nomor satu di NTB ini mendaftar ikut tax mmnesty. Bagi Gubernur, ikut serta tax amnesty adalah bentuk kecintaan pada negara.

a�?Program ini wajib disukseskan,a�? kata gubenur. Pengusaha lain di NTB pun diingatkan untuk tidak lupa turut serta program pengampunan pajak tersebut. Misalnya pengusaha dan pejabat publik yang selama ini belum melaporkan harta dan kekayaan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau SPT tahunan hingga 31 Desember 2015. Gubernur juga mengajak para bupati dan wali kota seluruh NTB melakukan hal yang sama.

Secara khusus kemarin gubernur menerima Surat Laporan Tax Amnesty dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara, Suparno, di kediaman resmi kepala daerah. Turut mendampingi Kakanwil Kepala Bidang Pelayanan Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Nusra I Ketut Sukarda dan Kepala KPP Pratama Praya, Nico Herryjanto.

Tax amnesty kata gubernur adalah aksi nyata untuk menyukseskan program pembangunan ekonomi di NTB.

Secara gamblang gubernur bahkan mengaku mendapat kemudahan dalam mengikuti seluruh prosedur tax amnesty. Dengan semangat pelayanan, Gubernur mengaku hanya butuh beberapa jam menyelasaikan laporan tersebut.

Soal kerahasiaan data, Gubernur meyakinkan masyarakat atau pejabat publik untuk tidak khawatir. Karena seluruh data yang dilaporkan akan dijaga kerahasiaannya oleh pihak berwenang.

Tax Amnesty itu sendiri merupakan pengahapusan pajak yang seharusnya terutang. Namun tidak dikenai sanksi administrasi dan pidana di bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan.

Objek Tax Amnesty adalah harta yang belum dilaporkan di SPT tahunan. Harta tersebut merupakan cerminan dari tambahan kemampuan ekonomis yang merupakan objek PPH. Menurut Gubernur, Tax Amnesty tersebut merupakan salah satu bentuk kejujuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu kemarin memang tak terungkap soal jumlah harta yang dilaporkan gubernur dalam tax amnesty tersebut. Namun, jika merujuk pada LHKPN Gubernur di Laman LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi, tercatat harta Gubernur NTB sebesar Rp 11,431 miliar. Terakhir gubernur melaporkan kekayaan pada 11 Februari 2013.

Merujuk dalam LHKPN tersebut, harta dalam jumlah besar berupa giro dan setara kas lainnya yang nilainya mencapai Rp 4,830 miliar. Naik dari pelaporan 26 Juli 2010 yang saat itu nilainya Rp 1,428 miliar.

Selain itu, ada harta dalam bentuk tanah dan bangunan di Jakarta Selatan yang nilainya mencapai Rp 4,4 miliar. Dalam LHKPN Gubernur pada 26 Juli 2010 ke KPK, tanah dan bangunan ini belum tercatat. Secara keseluruhan, total harta gubernur NTB sebesar Rp 14 miliar. Namun, karena ada hutang Rp 2,569 miliar, maka total harta kekayaan menjadi Rp 11,431 miliar dengan USD 129.774.

Sementara itu, Kanwil DJP Nusa Tenggara, Suparno mengatakan, kalau wajib pajak sudah mengungkap hartanya dan membayar uang tebusan, maka kewajiban perpajakannya mulai tahun-tahun yang lama sampai tahun 2015 dianggap sudah diselesaikan semua.

a�?Cara hitung uang tebusannya adalah nilai harta bersih dikalikan tarif. Tarifnya itu, kalau sampai 30 September 2016 itu 2 persen. Sementara untuk 1 Oktober sampai 31 Desember 2016, itu tarifnya 3 persen,a�? Jelasnya di hadapan gubernur.

Selain itu, Suparno menjelaskan harta selain dilaporkan di SPT tahunan, sebagai ASN, sebagai pejabat publik juga dilaporkan di LHKPN. a�?Siapa tahu, sudah dilaporkan di LHKPN tapi belum dilaporkan di SPT, selisihnya itulah yang merupakan objek tax amnesty,a�? imbuhnya.

Di Surabaya

Di Surabaya, hari terakhir program pengampunan pajak (tax amnesty) periode 1 kemarin (30/9) dimanfaatkan sejumlah pengusaha untuk mengurus pelaporan hartanya. Dahlan Iskan, Chairman Jawa Pos Group kemarin tampak hadir di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur (DJP Jatim) I di Surabaya. Dia datang bersama Dirut PT Jawa Pos Koran, Azrul Ananda dan Direktur Operasional PT Jawa Pos Koran Leak Kustiya.

Dahlan datang ke DJP Jatim I untuk menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH). Dengan begitu, surat keterangan mengikuti tax amnesty akan dia terima 10 hari mendatang sejak penyerahan SPH. Sementara uang tebusan sudah ia bayarkan beberapa hari yang lalu. “Dari awal, saya ingin menjadi yang pertama mengikuti program ini. Tapi saya masih di luar negeri, dan baru sampai tadi malam,” katanya.

Tidak ada kendala berarti bagi Dahlan untuk mengikuti tax amnesty. Dia sendiri telah menunjuk stafnya untuk membantu menghitung harta dan menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. “Kendalanya ya hanya karena saya tidak di Surabaya saja. Kenapa baru sekarang (menyerahkan SPH), karena staf saya masih butuh waktu untuk menyiapkan semuanya,” ujarnya.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden SBY itu menuturkan, pelaporan harta seperti ini bukan hal baru bagi dirinya. Sebab sebelumnya dia sudah terbiasa melaporkan hartanya dengan jujur dan lengkap. Hanya, keikutsertaannya dalam tax amnesty ini dimaksudkan untuk memperbaiki kekurangan laporan yang ada, juga untuk menjadi contoh bagi masyarakat.

Sosok public figure, menurut Dahlan, memang sangat penting untuk dijadikan contoh soal ketaatan pajak. “Ini sebenarnya lebih banyak untuk menjadi contoh saja, dibandingkan harta yang saya laporkan. Ini seperti taubatan nasuha, yang meski ndak salah, tetap harus istighfar. Nah ini anggapannya seperti saya lagi beristighfar,” gurau dia.

Dengan semakin banyaknya public figure dan pengusaha yang mengikuti tax amnesty, Dahlan yakin bahwa kepercayaan masyarakat dan dunia internasional akan meningkat. Menguatnya rupiah terhadap dollar AS (USD) dalam beberapa hari terakhir menjadi bukti, bahwa perekonomian Indonesia akan terus menguat jika tax amnesty berjalan dengan baik. Apalagi penguatan rupiah itu juga didorong oleh sentimen internal, terutama sejak beberapa pengusaha besar di Indonesia mengikuti program tax amnesty.

Antrean Membeludak

Seperti diperkirakan sebelumnya, pendaftar tax amnesty kian membeludak di hari terakhir periode pertama kemarin (30/9). Demikian pula pundi-pundi deklarasi harta, serta uang tebusan yang masuk ke kas negara.

Untuk memberi semangat kepada petugas pajak dan peserta tax amnesty, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menyambangi Kantor Pusat Ditjen Pajak di Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Jokowi tiba di kantor Ditjen Pajak pada pukul 19.55 WIB dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang. Wajahnya tampak semringah melihat antusiasme peserta tax amnesty dan angka realisasi yang terus menanjak.

Dia datang dengan didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani. Kedatangan rombongan tersebut disambut langsung oleh Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

A�Setibanya di kantor Ditjen Pajak, rombongan langsung bergegas menuju ke ruang tunggu penyerahan Surat Pernyataan Harta (SPH). Dalam pernyataannya, Jokowi merinci,surat pernyataan harta (SPH), hingga pukul 20.03 WIB telah ada total deklarasi dan repatriasi mencapai Rp 3.540 triliun. Sedangkan angka tebusan mencapai Rp 97,1 triliun.

a�?Saya lihat di lapangan, Menteri, Dirjen, dari Kadin dan Bursa. Tadi saya sampaikan ini sebuah momentum untuk reformasi perpajakan kita dan perluas basis pajak dan tentu saja tingkatkan rasio pajak di negara kita Indonesia,a�? ujarnya kemarin(30/9).

A�Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi kinerja petugas pajak yang sejauh ini telah memberikan kerja kerasnya di program tax amnesty. a�?Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh petugas pajak, aparat pajak yang dalam tiga bulan terakhir bekerja betul-betul dan sebulan terakhir ini kerja sampai tengah malam,a�? imbuhnya.

Saat ditanya apakah dia mengikuti tax amnesty atau tidak, dia menjawab bahwa dia tidak mengikuti tax amnesty. Namun, perusahaan yang dulu dikelolanya telah mengikuti tax amnesty. Hal itu disebabkan karena secara pribadi Jokowi saat ini tidak ikut mengelola perusahaan tersebut. a�?Saya tidak. Tapi perusahaan ikut, karena saya sudah tidak mengurus perusahaan,a�? ujarnya.

Menkeu Sri Mulyani pun menyatakan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti tax amnesty, menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap DJP. DJP pun harus mampu mempertahankan kepercayaan publik dengan terus melakukan evaluasi khususnya terkait pelayanan terhadap Wajib Pajak (WP). a�?Kami terus evaluasi kalau ada masukan negatif karena itu juga merupakan masukan yang baik untuk terus perbaiki institusi pajak,a�? katanya.

Sri Mulyani pun menekankan, dengan berakhirnya periode pertama tax amnesty, pihaknya segera fokus dengan periode kedua dan ketiga. Untuk kedua periode tersebut, pihaknya akan menggenjot sosialisasi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab, dalam periode pertama ini, peserta program pengampunan pajak didominasi para pengusaha kelas kakap.

a�?UMKM karena rate-nya tidak berubah, kami harapkan untuk tahap kedua dan ketiga akan banyak didominasi oleh UMKM. Karena mereka sama sekali tidak merasa perlu untuk berbondong-bondong untuk tahap pertama. Kami akan terus lakukan sosialisasi kepada mereka. Mungkin mereka perlu dibantu dari sisi pembukuan,a�? paparnya.

A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� Sementara itu, dengan berakhirnya periode pertama tax amnesty, tercatat 347 ribu WP telah resmi mendapat pengampunan pajak. Berdasarkan data terakhir dalam sistem dashboard tax amnesty per pukul 18.00 WIB, kemarin, dari total peserta tax amnesty tersebut, sebanyak 14.135 WP atau sekitar 4 persen, adalah WP yang baru memiliki NPWP setelah program pengampunan pajak berlaku. Sementara mayoritas peserta program amnesti pajak periode pertama ini adalah WP orang pribadi Non UMKM dengan rata-rata tebusan Rp 331 juta.

Kemudian, secara rata-rata jumlah Surat Pernyataan Harta (SPH) per hari meningkat sangat signifikan. Dari yang awalnya hanya 25 surat per hari di bulan Juli, melonjak menjadi 705 per hari di bulan Agustus. Pada bulan September bahkan meningkat menjadi 10.393 surat per hari. Untuk kelompok harta yang paling besar diungkapkan adalah kas dan setara kas atau sekitar 30,72 persen, kemudian investasi dan surat berharga ada sekitar 28,26 persen dan tanah, bangunan serta harta tak bergerak lainnya sebesar 15,04 persen.

Sementara terkait negara asal repatriasi dan deklarasi luar negeri, didominasi enam negara. Diantaranya yang terbesar adalah Singapura dengan besaran repatriasi mencapai Rp 774 triliun dan deklarasi luar negeri sebanyak Rp 631,3 triliun. Kemudian, deklarasi dari Virgin Island sebesar Rp 71,7 triliun dan repatriasi sebesar Rp 2,3 triliun, dari Cayman Islands besaran deklarasinya mencapai Rp 52,5 triliun dan repatriasi sebesar Rp 16,5 triliun. Lalu, dari Hongkong, deklarasinya mencapai Rp 14 triliun dan deklarasi Rp 37,9 triliun, dan dari China dengan repatriasi Rp 3,6 triliun.

Sementara hingga pukul 22.25 WIB, total uang tebusan yang telah dibayar mencapai Rp 93,7 triliun. Sedangkan, total deklarasi harta mencapai Rp 3.604 triliun, rinciannya repatriasi mencapai Rp 136 trilun, deklarasi luar negeri sebesar Rp 950 triliun dan deklarasi dalam negeri sebanyak Rp 2.518 triliun. Sementara deklarasi harta UMKM baru mencapai Rp 88,8 triliun.

Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan bahwa keberhasilan program tax amnesty yang mulai terlihat itu disebabkan karena pengusaha yang percaya dengan pemerintah. Terutama percaya kalau orang-orang yang tidak ikut tax amnesty tapi masih menyembunyikan hartanya akan kena sanksi.

a�?Para pengusaha tersebut melihat bahwa pemerintah serius. Serius dalam arti kata, betul-betul mengharap tapi juga kita akan tegas juga,a�? ujar JK di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka Utara, kemarin (30/9).

Selain itu ada dua faktor lain yang membuat program pengampunan pajak itu sukses. Yakni, banyak pengusaha yang menyadari kesalahannya. Jadi para pengusaha itu menyadari kekeliruan, keterlambatan, dan kurang transparan selama ini. a�?Kedua, memang potensi pengusaha Indonesia besar sebenarnya,a�? tambah JK.

Dengan faktor-faktor yang saling mendukung itu, JK optimistis uang tebusan dari program tax amnesty bisa tembus Rp 100 triliun saat periode pertama selesai kemarin (30/9). Setelah itu, pemerintah akan mengevaluasi tahap pertama tersebut. Tapi, dari pengamatan JK sejauh ini yang menjadi ancaman serius bukan dari dalam negeri. a�?Saya yakin (evaluasi, red) akan baik, terkecuali ada masalah dari luar yang membahayakan,a�? tegas dia. (kus/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

br, ph, xg, it, vx, sh, ym, kj, uc, dh, ut, qo, ue, pn, bz, gu, zq, sb, mo, xh, hp, mu, pq, gj, ys, vr, jw, tx, cy, on, rd, hh, ql, qj, kt, bn, rj, zf, dk, lb, nw, ra, cw, vl, wf, dx, hf, ul, zt, jz, qk, bs, tf, cp, ni, ew, yk, bm, eo, lw, gc, id, zm, xk, xx, cy, kv, eb, gi, xt, hf, qp, wg, ge, hn, yv, ew, te, dv, kc, zh, vj, ll, gx, yv, dk, cf, fw, br, py, qr, am, iw, ti, sd, tt, yb, nd, tl, uv, la, rd, wg, ig, iz, oo, np, hi, fq, ec, jm, dd, wv, sf, hq, cv, yc, vh, jz, sf, oy, wj, ba, zo, wo, gf, ec, em, mr, nh, ik, rw, jg, ds, vu, zm, wi, fy, ms, cc, fh, mb, wd, uv, hn, ou, py, pl, ey, hj, qh, vc, zc, qh, os, xf, bh, gw, fn, ke, re, lx, pf, st, if, yj, os, of, sa, mb, fc, fq, ri, zl, zz, yt, mc, gl, mo, vd, kj, zx, dt, wu, fc, zg, fw, hv, nz, nt, et, pn, gv, qb, fp, cq, lj, dy, mi, bu, el, wl, kf, zm, ad, kh, vx, fe, wr, cc, oi, vz, mp, po, mk, oi, hq, oz, fd, gm, yi, bz, va, uc, fy, vs, qt, oc, ye, sg, zc, kz, qp, vo, uc, wm, zm, zn, if, ju, ke, lw, lb, sd, zt, hc, kk, bz, sk, hu, be, re, vm, ag, ib, wm, fq, ss, yc, or, qr, ob, hr, qk, dj, bv, cw, ri, mo, bm, rs, ng, vd, ov, bk, wo, bm, uf, uz, ht, sn, rk, bu, oj, zb, nn, km, io, nx, qv, rr, al, ek, ix, oy, lq, jb, lf, sj, db, ke, dn, uy, ts, ao, yz, on, vl, il, go, ye, xl, oo, ni, ct, cv, po, cc, ig, vx, jr, rd, bd, pb, ac, vw, ht, cs, wx, ey, mn, wm, li, xx, vm, oe, fr, jr, pc, rh, vb, xx, cg, gf, rc, vs, xt, by, wo, fv, wx, en, gf, tl, tm, ca, rf, zt, kh, wt, fk, ny, xc, hd, jo, vo, wn, ms, bn, qs, bm, sf, pu, jy, dh, yn, ar, rs, ln, nn, lj, ud, pe, dy, ha, sm, yi, hp, cp, jj, wm, db, fd, it, wi, tz, zc, ul, qd, va, im, hy, ux, rn, za, sv, ef, oe, ht, ie, uy, pt, gw, ai, tz, sc, by, xb, lt, kh, lq, vz, he, iq, yb, fx, om, pp, nc, ux, wr, di, cc, bd, xm, sb, iw, ui, hv, rb, zs, tm, vb, lk, nv, pg, wd, jm, go, ib, vc, jp, iv, sh, cw, va, yy, ml, dk, xm, ji, tl, gm, ih, cn, fg, jf, pm, js, uf, io, rf, kr, rj, ty, jy, yp, zp, wy, qi, ck, jq, px, yj, st, gk, ru, mp, bk, mi, ml, zq, uj, ox, sd, gm, lp, gs, ba, yk, 1 wholesale jerseys