Ketik disini

Sumbawa

Gadis Bisu Diperkosa hingga Hamil

Bagikan

SUMBAWAA�– A�Kasus pemerkosaan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Kali ini menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya, red), penyandang tuna rungu (bisu), warga salah satu desa di Kecamatan Orong Telu. Gadis berusia 16 tahun ini diduga diperkosa teman kakaknya berinisial Ab hingga hamil.

Saat ini Bunga didampingi pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa saat melaporkan kasus ini ke Polres Sumbawa, kemarin (30/9).

Pendamping anak LPA Kabupaten Sumbawa yang mendampingi korban, Fatriaturrahma mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan ini terjadi sekitar Maret lalu. Menurut pengakuan Bunga, dia diduga diperkosa oleh Ab yang juga warga desa setempat. Peristiwa itu bermula ketika Ab mandi di sungai dengan kakak korban. Sementara korban sedang berada di rumah. Usai mandi, Ab bergegas pulang.

Namun Ab tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan datang ke rumah korban, karena mengetahui di rumah tersebut dalam keadaan sepi. Melihat korban, tanpa pikir panjang pelaku langsung mendorongnya ke dalam kamar. Tujuannya untuk menggagahi korban. Kaki korban sempat dipukul menggunakan kayu sehingga tidak bisa bergerak. Selain itu mulut korban juga dibekap serta lehernya dicekik.

Pelaku tidak hanya sekali itu saja melakukannya. Tetapi dalam bulan yang sama, pelaku memperkosa korban sebanyak dua kali. Lagi-lagi perbuatan bejat itu dilakukan saat rumah korban dalam keadan sepi. Sebab, setiap hari ayah korban pergi mengajar dan ibunya pergi ke sawah.

”Pengakuan dari korban menggunakan bahasa tubuh, dia dipaksa saat diperkosa oleh pelaku,” kata Fatriaturrahma.

Namun dugaan pemerkosaan ini baru diketahui oleh keluarganya sebab korban sebelumnya tidak menceritakannya ke orang tuanya. Pihak keluarga mengetahui setelah curiga melihat kondisi fisik korban seperti orang yang sedang hamil. Selain itu, saat Bunga melihat Ab, dia merasa ketakutan dan berteriak sembari menunjuknya.

”Awalnya dia cerita ke neneknya dengan bahasa tubuh kalau badannya sakit semua. Hanya saja diperkirakan itu karena kelelahan atau sakit biasa. Tapi lama-lama ibunya melihat postur tubuhnya seperti orang hamil. Sehingga ditanya oleh ibunya. Anehnya saat korban melihat pelaku dia ketakutan sambil berteriak menunjuk pelaku. Makanya dia diduga diperkosa oleh pelaku,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilaporkan ke unit PPA Polres Sumbawa untuk ditindaklanjuti. Rencananya Rabu depan korban akan dibawa ke LPA Mataram untuk dirujuk ke panti khusus penyandang disabilitas. Mengingat pihaknya masih kesulitan menerjemahkan bahasa tubuh yang digunakan oleh korban. Selain itu, pihak keluarga juga meminta aparat kepolisian agar benar-benar menindaklanjuti kasus ini.

Secara terpisah Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) Polres Sumbawa yang bertugas saat itu, Aiptu Romi Oktavian Munir membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya juga telah menerima laporan resmi dari pihak korban. Selanjutnya penanganan kasus ini diserahkan kepada Unit PPA Reskrim Polres Sumbawa untuk ditindaklanjuti. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka