Ketik disini

Metropolis

Gokhan Bey ke Lombok Akhir Oktober

Bagikan

ISTANBUL – Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok segera mendapat tambahan daya listrik sebesar 60 megawatt (MW). Daya itu akan dipasok kapal pembangkit listrik dari Turki. Pengerjaan kapal bernama Karadeniz Powership Gokhan Bey itu sudah mencapai 90 persen.

“Tinggal finishing saja,” kata Business Development Coordinator Karadeniz Holding Sibel Yucel didampingi Direktur Karpowership Region Asia Ufuk Berk di Shipyard (galangan kapal) Hat-San Distrik Yalova, Turki, Kamis (29/9) waktu setempat.

Pihak Karpowership sengaja membawa wartawan dari 18 media se Indonesia, termasuk Lombok Post untuk melihat dari dekat proses pembuatan kapal pembangkit listrik itu.

Rencananya, kapal berukuran panjang 170 meter dan lebar 30 meter dengan tinggi total 50 meter tersebut akan diberangkatkan akhir Oktober ini. Gokhan Bey diperkirakan tiba di perairan Jeranjang, Lombok Barat, akhir November dan siap menyuplai daya listrik untuk Lombok.

Kapal ini memiliki kapasitas daya 110 MW. Di atas kapal terdapat enam mesin pembangkit. Masing-masing berkapasitas 18 MW dan 19 MW.A� Gokhan Bey yang diambil dari nama head of technical Karadeniz Holding, akan menyuplai daya listrik selama lima tahun.

Kapal ini akan bersandar 300 meter dari bibir pantai di perairan Jeranjang, Lombok Barat. “Sesuai kontrak dengan PLN pada 2015 lalu, daya yang dipasok hanya 60 MW,” kata Ufuk.

Untuk penyiapan jaringan, Karpowership bekerja sama dengan Maharani Prima. Kontraktor lokal ini bertugas menyiapkan infrastruktur pendukung di darat. Sehingga daya listrik yang dipasok dari kapal bisa terkoneksi dengan jaringan PLN.

Pemberangkatan Gokhan Bey ke Lombok merupakan yang kedua dari kerja sama Karpowership Indonesia dengan PLN setelah Karadeniz Powership Zeynep Sultan Bey yang sudah beroperasi di Manado sejak awal 2016.

“Nama kapal pembangkit ini semuanya diambil dari nama keluarga Karadeniz dan karyawan-karyawan yang berprestasi. Bisa jadi nanti Ufuk Berk untuk yang berikutnya,” kata Hendri Satrio, pihak pendamping Karpowership Indonesia.

Lombok Post bersama rombongan sempat berkeliling melihat dari dekat fisik kapal ini dari luar maupun dalam. Di bagian depan terdapat empat tower jaringan. Nah, enam mesin pembangkit berada di bagian tengah. Mesin pembangkit ini beroperasi sangat baik dengan dua jenis bahan bakar yakni gas alam atau HFO (heavy fuel oil).

Sementara di bagian belakang terdapat ruangan-ruangan untuk administrasi dan ruang kontrol, serta ruangan untuk berbagai aktivitas. Modifikasi kapal ini dikerjakan sejak setahun lalu.

Karadeniz Powership Gokhan Bey dikerjakan satu lokasi dengan Karadeniz Powership Yasin Bey yang memiliki ukuran dan kapasitas sama. Yasin Bey akan memasok kebutuhan listrik untuk Ambon.

Sibel Yucel menuturkan kapal-kapal pembangkit listrik itu tidak dibangun dari nol. Pihak Karpowership memodifikasi kapal bekas yang dibeli dengan kondisi yang masih bagus. “Komponen-komponen pendukungnya kami beli dari Finlandia. Ada juga dari Amerika,” terangnya.

Sayangnya, mereka merahasiakan dari mana kapal-kapal bekas itu dibeli dan berapa harganya. “Yang jelas kami beli kapal bekas, asalnya tidak perlu lah,” kata Sibel.

Pengerjaan satu kapal membutuhkan waktu sembilan bulan sampai setahun. Menurut Sibel, pembangunan pembangkit di atas kapal jauh lebih efektif dibanding membangun di darat. “Kalau didarat butuh waktu empat sampai lima tahun. Belum lagi kebutuhan lahan dan lainnya,” katanya membandingkan.

Sebelum melihat galangan Hat-San, rombongan wartawan diajak berkunjung ke galangan kapal Sedef. Di sana ratusan para pekerja masih sibuk menuntaskan modifikasi dua kapal pembangkit berukuran panjang 300 meter, lebar 46 meter, dan tinggi total 60 meter.

Nantinya, salah satu kapal itu akan menyuplai kebutuhan listrik untum Medan, Sumatera Utara. Satu lagi merupakan pesanan dari Ghana. Satu kapal dikerjakan 350 orang di bagian dalam didukung 300 orang di luar. Mereka bekerja di bawah koordinator Burhan yang mendesain dan menghitung semua kebutuhannya.

“Yang Medan akan diberangkatkan Januari dan sampai Februari 2017,” kata Ufuk Berk.

Saat ini Karpowership juga sedang menyelesaikan pembangunan satu kapal pembangkit untuk Kupang, Nusa Tenggara Timur. “Untuk Kupang setelah Medan,” sambung Ufuk. (Jony Marthadinata, Turki/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys