Ketik disini

Selong

Kades Rempung, Bangun Kesadaran Hidup Bersih Lewat Pengajian

Bagikan

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Tak ingin seperti itu, berbagai cara dilakukan oleh Kades Rempung, Lombok Timur Umar (Lotim) Ubaid untuk mewujudkan desanya menjadi lebih sehat.

***

DESA Rempung menjadi salah satu desa yang membuat harum nama (Lotim). Desa ini pernah dinobatkan sebagai desa dengan A�Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terbaik di NTB. Menariknya prestasi itu diwujudkan di bawah kepemimpinan Kepala Desa yang saat itu terbilang masih sangat muda.

“Saya jadi Kepala Desa sekitar usia 27 tahun. Waktu itu baruA� menikah. Saya ingin mengabdikan diiri kepada masyarakat dan Alhamdulillah saya mendapat amanah,” kata Umar Ubaid, Kepala Desa (Kades) Rempung.

Alumni Fakultas Teknik Unram ini sejatinya adalah pengusaha di bidang elektronik. Namun ia rela melepas usahanya itu dan fokus menjalankan tugas sebagai Kades untuk memberikan manfaat kepada tanah kelahirannya.

Saat itu, ia mengaku merasa prihatin atas perilaku masyarakatnya yang kurang sadar pentingnya hidup bersih dan sehat. Sehingga, ia bertekad membangun tiga pilar desa yang diyakininya menjadi pondasi Desa Rempung. Penguatan tiga pilar yang ingin dikuatkan Umar yakni pilar sosial budaya, ekonomi masyarakat dan tertib administrasi pemerintahan.

A�”Saya merasa perilaku masyarakat ini yang harus kita ubah terlebih dahulu. Bagaimana sumber daya manusianya harus kuat baru bisa menjalankan pilar lainnya,” cetusnya.

Mulai dari hal sederhana semisal, tidak membuang sampah sembarangan di saluran drainase, menanam tumbuhan hijau di pekarangan serta pola-pola hidup sehat lain menjadi target utama yang ingin ia benahi. Ia sadar itu tidaklah mudah. Untuk itu ia pun melibatkan sejumlah elemen masyarakat semisal tokoh agama dan tokoh pemuda.

“Dalam pengajian rutin yang digelar di Rempung. Kita minta masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan bersih. Kita jelaskan mereka di sana apa itu PHBS dan bagaimana menerapkannya. Ternyata itu cukup efektif,” akunya.

Perlahan namun pasti, ia merasa kesadaran masyarakatpun mulai terbangun. Dari sanalah akhirnya Rempung berhasil menjadi desa terbaik PHBS di tingkat provinsi. Umar juga mengaku berupaya membangun sektor ekonomi masyarakat dengan berbagai cara.

“Ada istilahnya kas desa dari masyarakat dan untuk masyarakat. Itu yang coba saya lakukan untuk menggerakkan roda ekonomi di sini,” kata dia.

Ia juga ingin menonjolkan kuliner khas Rempung serta potensi lainnya yang bisa dijual. Sebagai upaya pemberdayaan masyarakatnya, program cetak sawah baru juga menjadi salah satu program untuk menghidupkan geliat ekonomi masyarakat. Sementara untuk pemerintahan, sejak awal ia selalu meminta para pegawai di Kantor Desa untuk teliti dalam mengurus administrasi dan arsip desa. Karena, ia merasa administrasi sebagai hal penting yang tidak bisa dikesampingkan.

“Itu saya berpikir kami harus kuat di pengarsipan. Karena saya merasa ini jadi persoalan yang penting bagi desa,” jelasnya.

Tak berhenti sampai di situ, kini Umar berupaya menyusun program Bulan Budaya Desa Rempung. Dimana, selama satu bulan penuh masyarakat rempung akan menunjukkan segala bentuk kesenian budayanya termasuk kuliner. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan identitas diri serta menggerakkan roda ekonomi usaha kecil.

“Nanti akan ada banyak kesenian Rempung yang akan kami tampilkan. Termasuk di antaranya pemilihan Putri Pesona Rempung. Paling tidak masyarakat kan bisa jualan kuliner khas Rempung saat kegiatan itu berlangsung selama satu bulan,” pungkas pria yang sudah memimpin Rempung selama 12 tahun ini. (Hamdani Wathoni/Selong/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka