Ketik disini

Bima - Dompu

Tak Digubris, Pemuda Rusak Ruang Sekda

Bagikan

BIMAA�– Empat orang pemuda asal Kecamatan Madapangga diduga membuat ulah di Kantor Bupati Bima. Mereka mengobrak abrik meja dan kursi di ruang tamu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima,kemarin(30/9).

Aksi empat pemuda itu diduga karena kecewa dengan pelayanan pemerintah setempat. Meski demikian, tindakan empat pemuda tersebut tidak bisa diterima oleh pegawai setempat.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sejumlah meja dan kursi di ruang tamu sekda berantakan. Meja dibanting, kursi dilempar keluar sampai ke halaman.

Aksi empat pemuda yang dikoordinir Syahrul, warga Desa Dena, Kecamatan Madapangga ini berakhir setelah polisi datang. Sementara anggota Pol PP dan pegawai setempat hanya menonton aksi para pelaku tersebut.

Pegawai setempat baru emosi ketika keempat pemuda itu dibawa keluar dari ruang tamu sekda oleh polisi. Pegawai sontak berteriak ketika melihat dua pelaku membawa parang yang terselip di pinggang mereka.

”Ada parang,” teriak seorang pegawai ketika keempat pemuda itu dinaikkan ke mobil patroli.
Teriakan itu langsung memicu emosi pegawai lain. Merekapun menaiki mobil patroli polisi untuk memukul pelaku. Kejadian itu sempat membuat polisi dan pegawai setempat bersitegang.

”Jangan panggil kita dong kalau anarkis seperti ini,” teriak seorang anggota polisi sambil mengarahkan moncong senjata untuk tembakan peringatan. Beruntung, empat oknum warga tersebut cepat dilarikan dengan mobil patroli.
Syahrul, oknum warga Madapangga ditemui setelah diamankan polisi mengatakan, mereka kecewa dengan pelayanan pemerintah setempat. Mereka sudah lama memasukan surat permintaan untuk hearing namun tidak pernah dijawab.

”Kita datang untuk minta kejelasan waktu hearing. Karena ada masalah dengan ADD di Desa Dena,” katanya.
Dikatakan, sebelumnya telah menghubungi Sekda Kabupaten Bima H Taufik HAK melalui telepon. Sekda menjanjikan akan menemui mereka setelah salat Jumat.

”Kita sudah lama menunggu hingga pukul 15.30 Wita, sekda belum juga datang,” keluhnya.
Kasubag Informasi dan Pemberitaan Humas Setda Kabupaten Bima Suryadin mengatakan, pengerusakan itu terjadi saat pegawai setempat melaksanakan salat ashar di musala Kantor Bupati Bima.

”Saat kejadian kita sedang salat, karena jam istirahat,” katanya ditemui di tempat kejadian, kemarin.
Kasus pengerusakan itu telah dilaporkan pada polisi. Karena pelaku merusak fasilitas negara. ”Kita serahkan pada kepolisian untuk menangani kasus itu. Marwah pemerintah harus kita jaga,” katanya. (dam/r4)

Komentar

Komentar