Ketik disini

Metropolis

Catat, Damri Janji Awal Tahun

Bagikan

MATARAMA� a�� Perum Damri Cabang Mataram, kembali menjanjikan Bus Rapid Transit (BRT) beroperasi awal tahun depan. Mantan General Manager (GM) Perum Damri Mataram Suranto, sebelumnya pernah menargetkan BRT paling lambat beroperasi pada bulan April lalu. Namun hingga Oktober, angkutan massal itu nyatanya masih terparkir.

GM Perum Damri Cabang Mataram Nursyamsu, beberapa waktu lalu disebutkan menemui Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi NTB Lalu Bayu Windia. Dari hasil pertemuan itu, Nursyamsu mengabarkan BRT bakal beroperasi awal tahun 2017.

a�?Awal tahun 2017,a�? kata Nursyamsu melalui pesan singkat.

Pergantian GM Damri dan Kepala Dishubkominfo Provinsi NTB, ternyata berdampak besar pada hasil koordinasi dan komunikasi yang telah dibangun. Nursyamsu mengatakan, pembicaraan bahkan harus dimulai dari awal lagi. Mengingat pihak-pihak yang telah membahas lebih dahulu, kini sudah tidak menangani persoalan BRT.

a�?Kepala Dishub kan orang baru juga, saya juga baru dua bulan di sini, begitu juga bagian, semua sudah dimutasi,a�? terang dia.

Karena itu, saat ini Pihak Damri dan Disubkominfo, baik kota dengan provinsi akan berbicara kembali. Membahas berbagai keperluan operasional BRT, salah satunya biaya operasional kendaraan (BOK).

Damri mengaku kesulitan membiayai sendiri BOK BRT. Apalagi, bus ini berbasis angkutan massal yang harusnya murah. Jika menggunakan anggaran tanpa subsidi dari pemerintah, Nursyamsu khawatir harganya tidak terjangkau masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Mataram Mahfudin Noor juga mengaku setuju jika operasional BRT menunggu tahun anggaran baru. Saat ini, kata dia pemerintah daerah rata-rata mengalami defisit anggaran karena pemotongan dan penundaan biaya transfer pusat dan daerah.

a�?Anggaran juga belum ada, karena sesuai kesepakatan lalu kita kan hanya diminta siapkan shelternya,a�? ulas dia.

Namun, pihak provinsi bisa menginisiasi lagi untuk mempertemukan semua pihak yang berkepentingan. Baik pemerintah provinsi, Pemkot Mataram, Pemkab Lobar dan Perum Damri.

Pertemuan itu membahas hal-hal yang harus disiapkan berbagai pihak. Sehingga di awal tahun depan, BRT sudah bisa melayani kebutuhan transportasi massal.

a�?Kita memang harus lebih sering berkoordinasi lagi, soal ini,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka