Ketik disini

Feature

Semua Gara-gara Obat Menstruasi

Bagikan

Mengaku jadi dokter karena nasib, dr Bambang kini jadi salah satu andalan dokter Bedah Saraf di NTB. Bahkan belum lama ini, ia menjadi pemakalah terbaik tingkat dunia di Korea Selatan.

***

KULITNYA jernih. Jenggot dan kumisnya tipis. Orangnya, santai. Namun, santun. Gaya bertuturnya asyik.

Dialah Bambang Priyanto. Dokter lulusan, Univesitas Airlangga itu baru saja menyelesaikan operasi bedah saraf pada pasiennya saat menjamu Koran ini di ruang praktiknya.

a�?Oh itu, acara dokter-dokter tulang belakang, bahasa medisnya Spine,a�? kata Bambang, merendah. Saat ditanya tentang prestasinya baru-baru ini.

Bambang menjadi pemakalah terbaik di acara itu. Kategori flash presentation. Sebuah acara internasional, diikuti tak kurang dari 17 negara Asia. Bahkan, Amerika-pun, mengirimkan delegasinya. Melalui North American Spine Society (NASS).

Bersama para tabib modern itu, Bambang membahas kemajuan teknologi pengobatan tulang belakang.

Acara ini, pertama kali diinisasi dua negara maju di bidang medical. Jepang dan Korea. Dan di tanggal 22 September lalu, adalah kali ke enam, mereka berdiskusi dan memberikan riset terbaiknya pada penyakit yang kerap juga dinamai Hernia Nucleus Pulposus (HNP).

a�?Sakit ini juga sering dinamai saraf kejepit,a�? imbuhnya.

Ratusan dokter dari 17 negara itu, rata-rata berlatar belakang dokter bedah tulang dan bedah saraf. Di Indonesia sendiri para dokter saraf ini tergabung dalam Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia. Disingkat, Perspebsi.

Awalnya, Bambang mengaku tertarik melihat pengumuman di situs Perspebsi. Di sana ada lomba mempresentasikan makalah terkait pengobatan saraf kejepit. Uniknya ia lantas membuat makalah tiga menitan (flash) untuk potensi pengobatan saraf kejepit dengan memanfaatkan Progesteron.

a�?Makalah saya lolos, kemudian direkomendasikan ikut dalam Asia Spine 2016,a�? ulasnya.

Makalah Bambang bersaing dengan makalah dokter-dokter terbaik dari berbagai negara Asia. Hasilnya, ia berhasil menjadi yang terbaik dalam Best Presentation Award A�dalam lomba itu.

Untuk diketahui, Indonesia pada acara itu meraih dua penghargaan. Best Presentation Award dan Best Poster Award.

a�?Kalau yang Best Poster dari Bali. Kalau di Best Presentation itu saya. Di kategori saya presentasi selama tiga menit tentang manfaat Progesteron mengobati saraf kejepit. Terpilih tiga terbaik. Dua lagi dari Korea dan India,a�? cerita dia.

Ini tentu kebanggaan. Di tengah fasilitas dan tenaga speasialis penyakit di NTB. Bambang, mampu menunjukan prestasinya, menjadi yang ahli di bidangnya. Ide Bambang memang unik. Selama ini Progesteron adalah obat dengan fungsi menyebabkan menstruasi pada wanita yang belum menopause.

a�?Tetapi ini masih pengembangan dasar, perlu penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan,a�? urainya.

Namun yang perlu di garis bawahi, ia ingin menjelaskan pada masyarakat, jika pengobatan saraf kejepit di tulang belakang, saat ini terus berkembang dinamis. Tekonologi semakin maju.

Berbagai opsi dan alternatif terbaik mengurangi risiko, kerusakan jaringan, hingga sayatan operasi pada saat melakukan pengobatan, terus dikembangkan.

a�?Pelayanan bidang tulang belakang, berubah dari waktu ke waktu. Berubah pola penanganannya dari yang lebih besar lubang operasinya, bisa jadi lebih minimal,a�? tuturnya.

Dengan kemajuan teknologi di bidang medical, pengobatan tulang belakang sudah sangat efektif dan efisien. Dulu, dari pasien masuk hingga penyembuhan bisa memakan waktu hingga satu minggu. Dengan bekas jahitan yang besar.

a�?Sekarang bisa jadi pagi masuk dioperasi, sore sudah selesai. Jadi minimalis invasif,a�? ulasnya.

Teknologi yang digunakan sudah menggunakan camera canggih. Berukuran sangat kecil untuk mendeteksi letak saraf kejepit. Alatnya berupa fetoscopy dan microscopy. Ukuran kameranya bisa seujung mata pulpen. Alat itulah yang digunakan untuk mendiagnosa, di mana posisi saraf kejepit.

a�?Ukurannya kayak ini, ujung pulpen. Jadi bekasnya tidak terlihat. (Datanya dikirim melalui) fiber optic. Kalau ada HNP, kemudian di bakar, sembuh,a�? tuturnya.

Sayangnya, teknologi ini memang belum siap dalam waktu dekat hadir di Mataram. Butuh waktu. Harga alatnya juga mahal. Kalaupun alatnya ada, maka tenaga medis yang akan menggunakan alat itu juga harus mendapat pelatihan khusus, bagaimana cara mengunakannya dengan benar.

a�?Di indonesia saja masih sedikit, baru ada di Jakarta dan Surabaya. Di dua tempat ini masih menggunakan fetoscopy. Sementara di dunia saat ini, pengobatan saraf kejepit sudah mengarah menggunakan epiduroscopy, sebuah alat yang lebih kecil lagi, bahkan tanpa terlihat bekas operasinya,a�? ujarnya.

Bambang berharap, kemajuan teknologi saat ini membuat gairah masyarakat untuk berobat dan sembuh meningkat. Ia tak memungkiri banyak orang takut operasi karena stigma operasi memang a�?menyeramkana��.

a�?Padahal, orang-orang yang mulai merasakan pingganynya kerap sakit, harus hati-hati. Sebab itu bisa saja gejala saraf kejepit. Kalau tidak segera diobati, maka dampaknya bisa lebih parah dari yang dirasakan sekarang,a�? tandasnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/bersambung/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka