Ketik disini

Bima - Dompu Headline

CPNS K2 Kembali Mondok

Bagikan

DOMPUA�- A�Baru beberapa hari membubarkan diri dari tenda, kemarin, CPNS K2 kembali mendirikan tenda dan menggelar tikar di halaman depan Pendopo Kantor Bupati Dompu. Aksi kali ini dilakukan karena merasa dibohongi pemerintah daerah atas 134 CPNS yang telah dibatalkan nota persetujuan NIP oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Selain mendirikan tenda, para CPNS K2 ini juga menggelar teatrikal yang menggambarkan matinya kepercayaan CPNS K2 terhadap Bupati Dompu H Bambang M Yasin yang dinilai plin plan.
Dengan perlengkapan serta dandanan layaknya mayat, mereka memperagakan mayat yang ditaruh di tempat tidur. Mayat itu sudah dibungkus kain kafan.
Sementara di sekeliling mayat, peserta CPNS lainya membaca tahlilan, zikir dan berdoa.Sementara sebagian lainnya menangis histeris meratapi nasip rekannya tersebut. Dan terlihat pula di atas mayat yang dibungkus itu mereka meletakkan sebuah pamflet yamg bertuliskan a�?Matinya Kepercayaan CPNS K2 Terhadap Bupati Dompu yang Plin Plana�?.
Humas Forum CPNS K2 Dedi Purwanto kepada wartawan mengatakan, langkah mereka mendirikan kembali tenda sebagai bentuk kekecewaannya terhadap sikap bupati yang dinilainnya tidak konsisten dengan statemen yang diberikan terhadap nasib CPNS K2.
“Ini muara dari statemen pimpinan daerah,” ujar Dedi.
Dikatakan, pada jumat (30/9) malam lalu, di hadapan seluruh pimpinan SKPD, Sekda, Wakil Bupati, CPNS K2 serta keluarganya, bupati mengaku tidak akan mengeluarkan surat pemecatan untuk 134 orang. Namun bupati kembali mengeluarkan statemen yang berbeda pada Sabtu (1/10) dan mengatakan jika ia akan memecat 134 orang tersebut.
“Bupati menyatakan tidak akan mengeluarkan SK pemecatan 134, itu jelas dan kami ada videonya. Akan tetapi ke esokan harinya bupati mengeluarkan statemen akan memecat 134. Ini yang menjadi muaranya,” kata Dedi.
Dikatakan Dedi, jika apa yang menjadi statemen pimpinan daerah itu merupakan sebuah kebijakan. Sangat disayangkan kebijakan itu secepat kilat langsung diubah.
“Kenapa kok kebijakan itu bisa dirubah dalam waktu kurang dari 24 jam,” keluh Dedi.
Apakan akan menempuh upaya lain atau akan menempuh upaya PTUN sendiri ? Dedi mengatakan pihaknya saat ini tengah meramu semua permasalahan yang terjadi untuk dapat mengambil kebijakan yang lebih baik.
“Soal PTUN kami belum bisa menjawab itu, nanti akan kami berikan kabar terbaru, yang pasti saat ini kami sedang meramu semua permasalahan yang terjadi.Belum ada keputusan apa yang akan kami lakukan nantinya,” katanya.
Diungkapkan Dedi, sebelumnya CPNS K2 telah memilih meninggalkan tenda perjuangan mereka di halaman pendopo bupati setelah mendengar statemen bupati yang tidak akan memecat 134 orang tersebut. Saat ini mereka kembali mendirikan tenda setelah bupati mengeluarkan statemen yang berbeda dan akan mengambil langkah pemecatan terhadap 134 orang.
“Kenapa kami mendirikan tenda itu dampak dari statemen bupati,” pungkasnya. (Pur/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka