Ketik disini

Bima - Dompu

HMT Gedor Kantor Desa Teke

Bagikan

PALIBELOA�– Himpunan Mahasiswa Teke (HMT) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Desa Teke Kecamatan Palibelo, Senin (3/10). Massa meminta kejelasan terkait tingginya biaya ajudikasi progam prona tahun 2015 lalu.
Koordinator aksi Agus Salim menduga ada pungutan liar yang dilakukan oknum staf dan Plt Kades setempat. Khususnya pada pelaksanaan Prona tahun 2015.
“Kami menilai pungutan yang dilakukan oknum staf dan pejabat kades tak ada dasar hukum dan angat memberatkan masyarakat,” katanya.
Mereka juga menuntut transparansi keuangan hasil pungli terhadap pemilik lahan yang terkena Prona. Warga diminta menyetorkan uang sebesar Rp 300 ribu per orang.
“Seingat kami Prona tidak dipungut biaya sesenpun. Kenapa oknum pejabat kades meminta uang masyarakat,” kata Agus.
Dalam orasinya dia meminta agar mengembalikan uang yang sudah dipungut selama 2 periode tersebut. Selanjutnya, meminta agar kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyelesaikan persoalan itu ke ranah hukum.
Menanggapi tuntutan para pendemo, Kades Teke Hidayat mengatakan tidak sanggup menghadirkan kepala BPN saat ini. Soal pungutan uang Prona dia tidak tahu. Pasalnya, saat itu dia belum jadi kepala desa.
“Saya sampaikan terima kasih kepada mahasiswa karena telah membuka cakrawala berpikir kami dalam mengelola keuangan desa. Tolong kami dikawal dan diingatkan agar tidak keluar dari jalur yang sudah diamanatkan,” ujarnya.
Hidayat menyebutan Prona tahun 2015 lalu menyasar 680 orang. Terdiri dari tanah pekarangan sebanyak 120 dan tanah sawah sebanyak 560.
“Mengenai pungutan uang itu telah kami panggil pejabat kades. Tinggal minta audiensi saja,” pungkasnya. (ory/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka