Ketik disini

Headline Metropolis

Investasi Jumbo Belum Ngefek

Bagikan

Rumah kumuh , pengangguran, pengemis, hingga aksi kejahatan adalah sebagian dari indikator adanya persoalan ekonomi di suatu daerah. Karena itu berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memperluas kesempatan perbaikan ekonomi bagi penduduknya. Salah satunya adalah dengan membuka selebar-lebarnya jaring investasi masuk ke daerahnya.

***

Di tahun 2016 hingga triwulan ke dua, nilai investasi yang mengalir ke Kota Mataram sekitar Rp 3,495 triliun. Angka ini melampaui capaian nilai invstasi yang masuk pada tahun 2014 lalu, yakni sebesar Rp 3,329 triliun.

Namun belum cukup melampaui nilai investasi yang masuk di tahun 2015 yakni sebesar Rp 8,02 triliun. a�?Nilai investasi tahun 2016, masih ada kemungkinan terus bertambah,a�? kata Kepala BPMP2T Kota Mataram, Cokorda Sudira Muliarsa.

Hanya saja, besarannya kemungkinan tidak bisa melampaui tahun 2015. Persoalannya, nilai investasi tahun 2016 hingga triwulan ke dua, belum bisa mencapai setengah nilai investasi tahun 2015. Namun, 2017 kemungkinan bisa diprediksi sebagai tahun panen investasi.

Dengan catatan, revisi perda RTRW untuk memberi ruang 30 persen pembangunan fasilitas pendukung disahkan. Hal itu ditambah adanya kemungkinan lahan hijau yang dilegalkan untuk pembangunan.

a�?Kalau perkiraan nilai investasi (dengan perubahan RTRW) ada di dinas lain,a�? kata Cokorda kalem.

Tapi yang jelas, dipastikan ada peningkatan signifikan terhadap duit para pemilik modal masuk ke Kota Mataram. Perseroan Terbatas (PT) masih menjadi penyumbang tertinggi investasi di Kota Mataram. Yakni sekitar Rp 12,109 triliun. Lalu menyusul Perusahaan Perorangan, mencatat Rp 2,574 triliun. Terakhir, persekutuan komanditer, yakni sebesar Rp 170,843 miliar.

a�?Jadi total investasi yang masuk ke Kota Mataram dari tahun 2014 hingga 2016 ini, yakni Rp 14,854 triliun,a�? ungkapnya.

Dengan nilai investasi itu, Kota Mataram telah menghidupi sekitar 27.023 orang. Sayangnya memang ini tidak sepesifik hanya bagi warga kota. Di dalam angka itu, masih ada warga luar Kota Mataram yang jumlahnya dirpediksi lebih besar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, Ahsanul Halik pernah mengatakan, 70 persen peminat kerja di Kota Mataram, didonominasi kaum urban. a�?Baru 30 persennya, warga kota,a�? kata Khalik.

Maka, bisa dihitung, warga Kota Mataram yang terserap dari nilai invetasi jumbo itu tidak lebih dari 19 ribu warga.

Khalik juga pernah mengungkapkan jika rendahnya warga kota ikut bersaing dalam perebutan tempat strategis di berbagai perusahaan yang menanamkan investasinya di Mataram, karena kompetensi dan psikologi kerjanya, kalah jauh dengan warga luar kota. “Warga kota ternyata dari segi psikologis kerja masih kurang dari warga luar,a�? tandasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka