Ketik disini

Praya

Kontraktor RTH Barabali Ikut Masuk Bui

Bagikan

PRAYA – Penahanan tersangka dugaan korupsi pembangunan rumah potong hewan (RTH) di Desa Barabali, Batukliang Lombok Tengah (Loteng), tinggal menyisakan satu orang lagi. Dia adalah, MJ (inisial-red) sebagai pelaksana teknis pengerjaan (PTP) dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB.

a�?Hari ini (Senin) kami menahan satu tersangka lagi. Dia merupakan kontraktor pembangunan RTH yaitu, inisial LI,a�? kata Kasi Pidsus Kejari Praya Hasan Basri pada Lombok Post, kemarin (3/10).

LI sendiri, kata Hasan merupakan pemilik CV Anggita. Yang bersangkutan pun, langsung digelandang ke jeruji besi bergabung dengan dua rekannya yang lain, yang sudah ditahan beberapa hari lalu yaitu, konsultan pengawas PT Eksakta inisial KW dan pejabat pembuat komitmen (PPK) inisial EK.

Penahanan diputuskan di pindah ke Lembaga Pemasyarakat (LP) Mataram.Proses penahanan, lanjutnya tetap berlaku selama 20 hari kedepan. Begitu berkas tersangka lengkap, maka baru dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram.

Ada dua versi perhitungan kerugian negara, akibat dugaan korupsi proyek pembangunan RTH tahun 2014 tersebut, yang menelan dana Rp 1,4 miliar tersebut.

Dari perhitungan BPKP, total kerugian negaranya mencapai Rp 136 juta. Sedangkan, perhitungan Dinas PU dan ESDM Loteng sebesar Rp 162 juta. Kendati demikian, kata Hasan berapa pun kerugiannya, tetap saja ada unsur dugaan korupsinya.

a�?Seperti biasa, selesai pemeriksaan, kami langsung melakukan penahanan. Tinggal, satu tersangka lagi,a�? tekan pria asal Lombok Timur tersebut.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka