Ketik disini

Metropolis

Pemkot Ahlinya Bangun Proyek Mubazir

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram memang ahli membuat proyek sia-sia. Setelah Mataram Water Park (MWP), kini ada lagi proyek mubazir. Yakni anjungan mini di bibir pantai eks pelabuhan Ampenan.

Belum pernah digunakan sekalipun (oleh perahu untuk bersandar), anjungan itu sudah lebih dulu hancur diterjang ombak. a�?Bukannya mempercantik pantai, malah merusak pemandangan kalau seperti ini,a�? kritik Soleh, salah seornag pengunjung.

Proyek yang baru diresmikan dua tahun lalu itu merupakan bantuan CSR dari salah satu perusahaan nasional. Bantuan tersebut awalnya dihajatkan untuk mendukung perkembangan eks Pelabuhan Ampenan yang hendak dihidupkan kembali. Namun hingga kini ragam opsi yang pernah digembar-gemborkan Pemerintah Kota Mataram untuk menghidupkan kembali kawasan itu masihlah sebatas pepesan kosong belaka.

Publik tentunya belum lupa dengan rencana pembangunan hotel pencakar langit yang sempat menghebohkan beberapa tahun silam. Setelah dipastikan gagal di tengah jalan, wacana menghidupkan pelabuhan Ampenan tujuan Senggigi hingga tiga gili juga sempat mencuat. Selain itu, menjadikan eks Pelabuhan Ampenan sebagai kawasan wisata air juga tak terealisasi hingga saat ini.

Kini, satu lagi rencana prestisius yang dicuatkan. Menghidupkan penyeberangan khusus kapal pesiar dari dan menuju Bali. Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan proses peizinan sedang diurus. Namun ia mengakui tak tahu persis sudah sejauh mana proses berlangsung. a�?Izin itu sedang diurus di Bali dan pusat, moga-moga berhasil,a�? harapnya.

Faktanya hingga kini Eks Pelabuhan Ampenan tetaplah kawasan kota mati. Ketua Forum Peduli Daerah (FPD) NTB Tahir Royaldi menyindir kegagalan demi kegagalan yang terus dilakukan pemerintah dalam menata satu titik di Ampenan. Menurut pria yang aktif mengkritisi kondisi pembangunan tersebut, seharusnya pemerintah tak terus melempar wacana tanpa bukti nyata.

a�?Kalau memang tak sanggup menghidupkan, jujur saja. Jangan terus melempar wacana dan rencana,a�? sindirnya.

Dia menyarankan pemerintah lebih serius dalam menyusun rencana pembangunan di satu kawasan. Menurutnya jika dimulai dengan perencanaan yang matang dan kerja yang tepat, hasil memuaskan pasti diraih.

a�?Saya lihat belum serius untuk Ampenan, makanya gagal terus,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka