Ketik disini

Metropolis

Bantuan untuk Korban Belum Jelas

Bagikan

MATARAM – Empat hari telah berlalu pasca kebakaran hebat yang menghanguskan enam ruang kelas di Yayasan Pendidikan Islam Bidayatul Hidayah, Ampenan, Sabtu (1/10) lalu. Sayangnya hingga kini bantuan dari pemerintah belum jelas.

a�?Kita masih lakukan kalkulasi,a�? kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Dedy Supriady, kemarin.

Mantan Kepala Dinas Kebersihan itu mengatakan hingga kini belum bisa menentukan jenis bantuan yang akan diberikan. Namun biasanya BPBD berfokus pada bantuan kedaruratan untuk tahap awal pasca bencana.

“Yang jelas tak ada bantuan uang tunai, itu sebagaimana biasa,a�? ujarnya.

Berkaca pada sejumlah kasus serupa, biasanya bantuan yang diberikan hanya seperti seng dan batu-bata untuk membangun saja. Namun dengan total anggaran kedaruratan yang hanya Rp 40 juta saja tahun ini, dipastikan tak banyak yang bisa diberikan.

Anggaran minim itu harus bisa digunakan hingga akhir tahun, dengan estimasi masih ada sejumlah bencana yang mungkin terjadi. a�?Kalau seng mungkin tak lebih dari 10 lembar saja,a�? jelasnya.

Dihubungi terpisah, Kadis Sosnakertrans Kota Mataram H Ahsanul Khalik mengatakan bencana kebakaran yang terjadi di sekolah itu sepenuhnya bukan wewenangnya. Sesuai aturan, sekolah umum atau agama merupakan tanggung jawab Kemenag dan Dikpora.

Pernyataan sebaliknya justru disampaikan Kadis Dikpora Mataram Sudenom. Menurutnya kasus-kasus bencana seperti yang terjadi di Ampenan seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial. a�?Kami tak pernah ada anggaran untuk kasus kebakaran seperti itu,a�? ujarnya.

Terlebih hingga kini tak ada laporan yang masuk pada pihaknya. Ia pribadi hanya membaca dari media terkait kebakaran yang melanda sekolah yang dikelola yayasan tersebut. Bahkan kalaupun nantinya ada laporan resmi pada pihaknya, ia harus melapor terlebih dulu pada atasan yang lebih tinggi untuk langkah lanjutan. a�?Tidak tahu saya,a�? jawabnya singkat.

WakilA� Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana juga belum bisa berkata banyak soal bantuan untuk sekolah itu. Dalam kebakaran yang melanda kala itu, selain enam lokal kelas, hampir seluruh isinya juga ludes dilahap si jago merah. Untuk sementara siswa-siswi yang belajar di sana ditampung di ruang lain, seadanya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka