Ketik disini

Giri Menang

Berpotensi Tanpa Wabup Hingga Akhir Jabatan

Bagikan

GIRI MENANG – Apa kabar calon Wakil Bupati Lombok Barat. Sejumlah partai politik pengusung pasangan Azan sudah merekomendasikan Nauvar Furqoni Varinduan. Terakhir Partai Amanat Nasional (PAN) yang disebut-sebut merekomendasikan Varin.

Hanya saja, Ketua DPW PAN H M Muazzim Akbar belum menunjukkan surat resmi dari DPP PAN. Justru dia mengatakan Nauvar lah yang harus mengambil sendiri surat rekomendasi tersebut.

“Kalau PAN sudah merekomendasikan Varin, tapi SK-nya harus diambil yang bersangkutan,” kata Muazzim kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, sebelumnya ada dua nama yang masuk ke DPP. Yakni H Umar Said dan Nauvar F Varinduan. Kedua nama tersebut saling tarik menarik kepentingan. Sempat mencuat isu jika nama Umar Said yang bakal direkomendasikan PAN.

Proses pengusulan Varin sudah berlangsung lama, tapi, hingga kini sikap PAN belum tegas. Tentu hal tersebut dapat memengaruhi peta politik di Lobar. Bisa jadi internal PAN belum solid terkait keputusan mengusung Varin.

Meski begitu, Muazzim optimistis rekomendasi PAN itu segera turun. Terlebih saat ini DPRD Lobar sedang membahas tata tertib pemilihan calon Wakil Bupati Lobar tersebut.

Selain PAN, dua parpol sudah mengeluarkan rekomendasi untuk Varin yakni Golkar dan Partai Hanura.

DPP Partai Hanura sudah mengeluarkan rekomendasi dengan nomor surat SKEP/B/03/DPP-HANURA/VIII/2016.Surat tersebut ditanda tangani oleh Plh Ketum Partai Hanura H Chaeruddin Ismail dan Sekjen A�Berliana Kartakusumah.

Belakangan, SK Partai Hanura itu dinilai rentan dipersoalkan lantaran tidak ditanda tangani Ketua Umum definitif H Wiranto yang kini menjabat Menko Polhukam. Dia menyerahkan wewenangnya kepada Chaeruddin Ismail.

Sekretaris DPD Partai Hanura NTB H Suharto mengatakan semua administrasi Partai Hanura ditanda tangani oleh Chaeruddin Ismail. Tidak hanya SK untuk Varin, tapi juga SK pencalonan kepala daearah dalam pilkada. “KPU nggak mempersoalkan keabsahan itu kok, memang itu merupakan kewenangan Plh setelan pak Wiranto tidak aktif,” ungkap dia.

Partai Hanura, kata Suharto tentu akan mengawal keputusannya. Hanya saja, pihaknya menyerahkan kendali kepada putra H Zaini Arony itu.

Artinya, Varin diminta lebih pro aktif membangun komunikasi dengan semua pihak. Terutama DPRD Lombok Barat yang akan memutuskan sikap melalui proses pemilihan.

Pemilihan di legislatif akan terjadi jika semua parpol pengusung kompak mengajukan dua nama kepada DPRD Lobar melalui Bupati Fauzan Khalid. Kenyataannya, kini ada tiga nama yang bersaing yakni Indra Jaya Usman, H Sardian, dan kemungkinan Varinduan. “Ibaratnya sudah masuk tahapan pilkada, ya calon dong yang lebih proaktif melakukan kampanye,” tegas Suharto.

Begitu juga dengan Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB H Misbach Mulyadi. Menurutnya, Partai Golkar sudah merekomendasikan kadernya, Nauvar. Pihaknya tentu akan mengawal hingga tuntas proses itu hingga Nauvar menduduki singgasananya.

Meski begitu, pihaknya juga menunggu aksi Nauvar sang politisi muda. Dengan begitu, semua berjalan lancar lantaran sama-sama saling mendukung. “Kenapa dengan Golkar, kan kami sudah mengeluarkan rekomendasi. Sekarang kami dorong Varin untuk membangun komunikasi,” ungkap Misbach.

Dari lima parpol pengusung, hanya PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang konsisten mengusung kadernya. Kedua parpol itu setidaknya yang menentukan proses politik di Lobar. Jika tetap pada pendiriannya, bisa jadi prosesnya akan jalan ditempat hingga akhir jabatan.

Lagipula, Lobar merupakan salah satu daerah yang akan menggelar pilkada serentak 2018. Tahapan pilkada pun akan dimulai Juni 2017. Kecuali salah satu bakal calon bersedia A�mundur dari kontestasi atau semua parpol pengusung bersepakat untuk mengusulkan dua nama. (tan/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka