Ketik disini

Metropolis

Mohan: Banyak Perubahan di Ampenan

Bagikan

MATARAM – Anjungan yang rusak bukanlah satu-satunya kekurangan di kawasan Pantai Ampenan. Ragam masalah lain ternyata sedang menggerogoti kawasan eks pelabuhan itu.

“Memang ada sejumlah masalah,a�? kata Lurah Ampenan Tengah, Hasbullah, kemarin(4/10).

Pedagang yang mendirikan lapak tak sesuai tempatnya menjadi masalah pertama. Alih-alih menempati lapak yang sudah dibangunkan pemerintah, mereka lebih memilih memajang dagangannya di sepanjang area depan pantai tersebut. Tentu saja hal itu mengganggu pemandangan pantai yang dihajatkan menjadi area wisata itu.

a�?Kami tak bisa atur sendiri, karena setengah area pantai itu masuk Kelurahan Bintaro,a�? jawab Hasbullah.

Area panggung pertunjukan juga bermasalah. Bukan hanya karena tak pernah difungsikan, bangunan di belakang panggung yang menjadi ruang ganti dan persiapan sebelum pentas juga dalam kondisi tak baik.

Sejumlah kaca pecah, bagian dalamnya jelas kotor dan berdebu. Makin menambah miris kondisi Pantai Ampenan, Musala di sana juga terkesan seadanya. a�?Safety tank penuh, kotoran sampai meluber ke luar,a�? ceritanya.

Bahkan si marbot sampai keluar uang pribadi untuk memperbaiki kondisi itu. Tentu saja dengan hasil yang seadanya. Penarikan parkir yang kerap lebih dari Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua makin menambah masalah yang ada.

Lantas mengapa pihak kelurahan seolah tak bisa berbuat? Ia yang belum genap sepekan menjabat mengatakan, tak mungkin berbuat sendiri. Selain karena Pantai Ampenan yang terbagi dalam dua kelurahan, pihaknya juga terbatas kemampuannya.

Baru saja dilantik, sebenarnya ia langsung menghadap Dinas PU. Namun bukannya mendapat solusi, Hasbullah malah makin bingung. Saat mendatangi Dinas PU Mataram, ia mendapat jawaban area itu bukan lagi tanggung jawab mereka.

a�?PU sebatas pembangunan fisik, dan sekarang sudah rampung,a�? katanya menirukan jawaban yang diterima.

Dia lantas menghadap juga ke Dinas Pertamanan Mataram. Lagi-lagi jawaban tak memuaskan diterima. Dinas Pertamanan menegaskan belum mengelola kawasan itu karena belum diserahterimakan.

a�?Mungkin saya akan segera menghadap ke Pak Sekda,a�? katanya menjelaskan opsi terakhir.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengakui belum ada pihak yang khusus menangani kawasan itu. Rencananya akan ada lembaga pengelola khusus. Namun sebelum hal itu terealisasi, ia mengatakan masih menunggu respon masyarakat.

Harapannya, kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, keamanan, dan ikut merawat Pantai Ampenan bisa muncul. a�?Kalau sudah itu, kita akan siapkan pengelola,a�? ujarnya.

Terkait Anjungan yang juga menjadi sorotan, Mohan menegaskan tak ada sepeserpun uang pemerintah yang keluar kala pembangunan terdahulu. Pihak ketiga menanggung sepenuhnya pembangunan tersebut.

Kini, ketika kondisinya mulai rusak, butuh waktu bagi pemerintah untuk menyampaikan hal itu dan menunggu respon dari pihak ketiga tersebut. a�?Tak mungkin kami intervensi mereka terlalu jauh,a�? jawabnya.

Ia juga menolak jika ada pihak yang menyebut tak ada perkembangan signifikan dari kondisi Ampenan saat ini dibanding masa terdahulu. Sejumlah pembangunan yang sudah dilakukan menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah.

Lantas bagaiaman kabar rencana menjadikan area itu sebagai tempat bersandarnya kapal pesiar? Dia meyakini investor kali ini sangatlah serius dan tak sekadar janji. Buktinya adalah sikap aktif si investor yang mengurus sejumlah izin yang diperlukan.

Akan tetapi ada masalah lain yang kini menjadi batu sandungan. a�?Masalahnya swasta tak boleh bangun dermaga, anjungan, pelabuhan,a�? katanya.

Hal tersebut sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, dalam hal ini Pelindo sebagai pihak yang mengurusi masalah pelabuhan. Itulah yang kini kembali coba dikomunikasikan dan dicarikan solusi oleh si calon investor yang disebutnya potensial tersebut.

a�?Tentu (persoalan, Red) itu jadi kendala, regulasi tak memungkinkan,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka